Jumat, 01 Januari 2016

My Bestfriend Its You



Tumbuh Dewasa
                                By DeanArt



Ar-ruhama
Tempat penuh semangat
Tempat dimana ada kalian
Orang terpenting dalam keseharian ku
Jendral Eko yang ganteng namun suka ngambek
Kak mayang yang imut dan berjiwa pemimpin
Mbak  pit yang Galak,padahal hatinya hello kitty
Asya yang latah tapi selalu membawa keceriaan
Ulfi yang pendiam padahal juga cerewet
Riski yang ngeselin namun juga sepi kalau gak datang
Aldo yang manis dan suka melindungi
Yuni yang cantik dan baik hati
Semuanya
Kenangan indah itu akankah terlupakan?
Kita masih muda dan remaja
Mencoba bermetamorfosis
Dari seorang remaja untuk
menjadi dewasa
Kita selalu memiliki mimpi yang indah
Dan juga bermimpi buruk
Dapatkah kita bersama selamanya
?
Kita masih muda dan remaja
Selalu bermimpi tanpa batas
Hanya melakukan sesuatu yang kita suka
Apakah,
Kebahagiaan begitu luar biasa saat Kita dewasa?
Ketika kita tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi
Pada kita semua
saat menjadi orang dewasa di masa depan
Kita hanya berpikir tentang membuat kita bahagia sekarang
Indah? Ya, kita hanya merasakan keindahan itu
Bisakah kita seperti ini selamanya?
Menjadi muda dan remaja
Tidak menjadi dewasa sampai kita siap
Tapi
tiap kali menolak itu semua, waktu ingin kita tumbuh dari seorang remaja menjadi dewasa
Ketika kita semua lulus dari sekolah dan menjalani hidup
Memilih jalan hidup kita nanti
Waktu akan menjawabnya
Kita yang akan memilih jalan kita sendiri
Memilih cara yang menurut kita akan menjadi hal yang menyenangkan
Masa Muda
Kita menjadi orang-orang yang liar dan tidak takut regulasi
Kita tidak takut apa yang terjadi nanti
pada masa depan kita
Semua akan baik-baik
saja,ini hanyalah impian
Waktunya untuk bangun
Semuanya akan baik – baik
saja
Jalan
i kehidupan yang kamu pilih sendiri dan berakhir bahagia
Ini hanya
lah mimpi sekarang dan kita harus bangun dan siap untuk menjalaninya
Bila kamu ingin menemukan kebahagiaan
Ayo berlari bersama
Jika kamu jatuh dan terluka
Tidak mengapa, bangunlah dan berjalan lagi    
Karena hidup tidak akan selamanya bahagia, Akan ada beberapa
rasa sakit
Kita masih muda
, perjalanan kita masih panjang bukan?
Jangan menyerah karena sakit
Aku akan selalu di samping mu dan berjalan bersama-sam
a dengan mu
Jika kau mau

My Mom



My Mom

 Author by DeanEldora,dont copy wihout full credits.i believe you....


“hoaaahhh…”
          Naya terbangun dari tidurnya dan menguap lebar.ia lalu melakukan olahraga ringan sebelum akhirnya turun dari tempat tidurnya.ia berjalan kearah kamar mandi seraya melihat kesebuah jam yang tergantung didindingnya.
“Wah,hampir telat!!!” pekik naya sambil berlari ke kamar mandi.

          Pagi itu menjadi pagi yang menegangkan bagi Naya karena hari itu ia akan kesekolah untuk melihat pengumuman kelulusan SMA nya.

“aaaahhh… ibuuu…” Naya berlari ke kamar ibunya.
“wah kenapa??” tanya ibu Naya yang sedang menyetrika baju dengan bahasa isyarat.ibu Naya seorang tunanetra sehingga ia berbicara dengan orang lain menggunakan bahasa isyarat.
“ibuuuu… kenapa baju ku baru disetrika?! Aduh,ibu juga harus siap – siap.ibu harus kesekolah hari ini untuk kelulusan ku.” Omel Naya seraya mengenakan baju seragamnya.
“astaga ibu lupa..” ibu Naya membuat isyarat menepuk keningnya dan segera bersiap – siap.

“cepat ibu,atau kita akan ketinggalan bis..” teriak Naya yang sudah berlari meninggalkan ibunya yang sedang mengunsi pintu.

          Jantung Naya berdebar ketika menerobos kerumunan teman – temannya untuk melihat pengumuman kelulusan yang ditempalkan pihak sekolah di dinding mading.dengan menggenggam tangan ibu nya Naya melihat satu persatu nama di kertas yang menuliskan nama – nama siswa yang lulus.sementara sesekali mata Naya juga melihat kearah kertas yang menuliskan nama siswa yang tidak lulus,berharap namanya tidak ada disana.

“yeeeeeeeeeeeeee………”

          Naya bersorak dan memeluk ibunya yang juga sangat senang.meski nama Naya berada diurutan ke 329 dari 334 siswa,ibu Naya sangat bahagia melihat nama Naya berada diantara siswa yang lulus.
          Sebagai anak tunggal,Naya adalah anak yang sangat manja.ayah Naya yang sudah meninggal sejak Naya berumur 10 tahun membuat ibu Naya harus bekerja sangat keras untuk mengabulkan permintaan Naya.ia pun sangat senang akhirnya Naya lulus dari sekolahnya yang sangat Mahal itu meski dengan nilai yang pas – pasan.
          Ibu Naya tersenyum kearah Naya yang berjalan sambil meloncat – loncat kegirangan.baginya keceriaan Naya adalah satu – satunya alasan nya bertahan hidup selama ini.jika tidak ada Naya entah dari mana ia akan merasakan bagaimana rasanya kebahagiaan itu.

“waaahhh…” Naya menempelkan wajahnya kesebuah kaca toko yang berada dipinggir jalan ketika mereka dalam perjalanan pulang kerumah.
Ibu Naya menghampirinya dan memegang pundak Naya.
“ibu,aku mau yang iniii…” tunjuk Naya pada sebuah tas ransel berwarna ungu yang terpajang didalam toko.
Ibu Naya melihat harga tas yang tergantung di tas tersebut,ia lalu menggeleng lemah kearah Naya.
“ibu tidak punya uang sebanyak itu..” ibu Naya membuat isyarat dengan tangannya.
“tapi buu…” Naya merengek manja
          Ibu Naya menyeret Naya menjauh dari toko itu dan membawa pulang.sepanjang jalan Naya cemberut saja dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.ibu Naya tampak merasa sangat bersalah.
          Sesampainya dirumah Naya langsung masuk kekamar dan tidak berbicara sedikit pun pada ibunya.

“Naya,ibu pergi kerja dulu ya..” ibu Naya membuat isyarat kepada Naya yang sedang tiduran di tempat tidurnya.
          Naya hanya mengangguk cepat tanpa melihat kearah ibunya.
Ibu Naya tersenyum dan setelah mengacak rambut Naya ia pun pergi.

          Ibu Naya bekerja sebagai pencuci piring disebuah restoran jepang didekat rumahnya.tidak bisa berbicara membuatnya kesulitan mencari pekerjaan sehingga hanya sebagai pencuci piring sajalah yang bisa ia dapatkan.
Hari ini restoran terlihat sangat ramai sehingga ibu Naya harus bekerja sangat cepat atau akan ada pelanggan yang tidak mendapatkan piring.beberapa tetes bulir keringat menetes dari sela rambutnya yang kini kian memutih.ia menyeka keringatnya dengan tangan yang dipenuhi oleh sabun,ia bekerja sangat keras.ia ingin sekali membelikan Naya tas yang waktu itu dilihat Naya.
Malam mulai menjelang dan restoran pun berangsur tutup.ibu Naya berjalan perlahan kearah rumahnya sambil memijat bahunya.ia berhenti berjalan ketika ia melihat kesebuah toko dimana Tas yang Naya inginkan masih terpajang disana.
“ibu berjanji pasti ibu akan membelikannya untuk mu…” gumamnya dalam hati.

          Setibanya dirumah ibunya menemukan Naya sudah tertidur pulas dengan mengenggam sebuah buku ditangannya.ibu Naya mengambil buku itu dan membacanya.
“aku benar – benar menginginkan tas berwarna ungu di toko itu supaya aku bisa memakainya ketika perjalanan kelulusan besok.semua teman – teman ku pasti mengenakan barang – barang yang baru nanti.tapi ibu mengatakan dia tidak punya uang,bagaimana aku bisa membelinya??”
          Ibu Naya menangis,ternyata buku itu adalah buku diary Naya.ia menatap wajah anak nya itu dan mengusap rambutnya.
“ibu pasti membelikannya untuk mu,mungkin tidak akan Naya pakai untuk besok.tapi ibu berjanji ketika Naya pulang dari liburan mu besok,tas itu sudah ada dikamar mu,ibu janji.”
          Tulis ibu Naya dibawah tulisan Naya dibuku itu.

“ibuuuuuu…. Benar kah ibu akan membelikannya??!!” teriak Naya sambil berlari dari kamarnya menuju ibu nya yang sedang memasakkan bekal Naya untuk liburan.
          Ibu Naya menggangguk sambil tersenyum
“Benar kah?? Benarkah?? Benarkah??” Naya mengguncang tubuh ibunya.
          Ibu Naya kembali mengangguk dan memberi isyarat kepada Naya untuk segera bersiap –siap.Naya lalu berlari kearah kamarnya.
Beberapa menit kemudian Naya kembali berlari kearah ibunya di dapur.
ibuuuuu….”
          ibu Naya menoleh,Naya menunjuk kearah kaki ibunya.
“ibu,itu celana ku kenapa dipakai???” rengek Naya.
Ibu Nya melihat celana yang ia kenakan,lalu mengatupkan kedua tangannya.
“maafkan ibu…”

Nyamm…Nyamm…” Naya mengunyah nasi gulung yang disuapkan ibunya sambil terus melihat kearah ponselnya.
“ibu cepatlah,bis nya akan lewat sebentar lagi.aku nanti tertinggal..” Naya berlari sambil menggenggam tangan ibunya menuju ke stasiun bis.
“Hey…. Tunggu aku..” teriak Naya pada bis sekolahnya.Naya lalu melepaskan genggaman pada tangan ibunya,berlari sebentar lalu berbalik kearah ibunya.

“ibu ingat janji mu yaaaa….” Seru Naya sambil mengajukan jari kelingkingnya.
          Ibu Naya mengangguk sambil mengajukan dua jempolnya kearah Naya.
“Jangan lupa untuk selalu tersenyum…” teriak Naya lagi sambil meletakkan jarinya di kedua sisi bibirnya.
          Ibu Naya tersenyum sambil menirukan gerakan yang dilakukan Naya dan melihat Naya meloncat ke dalam bis.ibu Naya melambaikan tangannya kearah bis yang membawa putri kesayangannya itu.
          Ia kembali pulang kerumah dan bersiap – siap untuk pergi bekerja.ia bekerja dengan semangat demi tas untuk Naya.
          Sepulang kerja,dengan uang yang diperolehnya ibu Naya masuk kedalam toko tas untuk membeli tas yang diinginkan Naya.

Kreeeettt

“Selamat datang,ada yang bisa kami bantu??”
          Ibu Naya masuk kedalam toko dan disambut ramah oleh seorang pelayan toko.
          Ibu Naya meberikan isyarat dengan menunjuk tas yang dipajang didepan toko.pelayan itu mengambilkannya dan menunjukkannya pada ibu Naya.
          Dia mengangguk.
Sambil menunggu sang pelayan toko membungkuskan tas itu,ibu Naya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari amplop gajinya dan hanya menyisakan selembar saja didalamnya.
“ini nyonya..” sang pelayan menyerahkan bungkusan itu kepada ibu Naya.ia pun langsung menyodorkan  beberapa lembar uang kertas yang sejak tadi digenggamnya.ibu Naya tersenyum untuk mewakili rasa terimakasihnya kepada pelayan itu dan segera berjalan keluar.
          Sepanjang jalan ibu Naya terus tersenyum sambil memeluk bungkusan yang berisi tas yang sangat diinginkan Naya.ia tengah membayangkan bagaimana wajah terkejut Naya ketika menemukan tas ini diatas tempat tidurnya.malam itu menjadi malam paling membahagiakan bagi ibu Naya.

          Matahari telah meninggi saat ibu Naya tengah menyapu lantai.rumah terasa begitu sepi tanpa Naya.ia berjalan kearah kamar Naya yang sudah diarapikannya dan melihat kearah tas yang ia letakkan di atas tempat tidur Naya.ia tak henti – hentinya tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

          Sepanjang hari senyum ibu Naya tak pernah lepas dari wajahnya.ia selalu mengingat perkataan Naya sebelum dia pergi.hari ini
          Hari itu,pekerjaan Ibu Naya selesai lebih cepat karena restoran sedang sepi.ia pun pulang kerumah lebih awal.namun mengingat dirumah ia hanya sendirian,ibu Naya mencoba berjalan lebih lambat dari biasanya,menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan.langit terlihat mendung dan angin mulai menderu kencang pertanda hujan akan segera turun,ibu Naya akhirnya mempercepat langkahnya.
          Namun ternyata hujan lebih dulu turun sebelum ibu Naya sampai dirumah.ia segera berlari mencari tempat berteduh.setelah agak basah ibu Naya akhirnya sampai di sebuah terminal bis dan duduk disana,ia melewatkan beberapa mobil bis yang berhenti untuk menghemat uang,uang yang ia miliki sekarang tidak akan cukup jika ia naik bis.bisa – bisa aka nada hari dimana Naya tidak makan.pikiran – pikiran seperti itu membuat ibu Naya harus rela pulang jalan kaki.berlarian ditengah hujan yang mengguyur deras.

Bruukk…

          Ibu Naya terjatuh kedalam sebuah saluran air yang sedang mengalir deras.karena hujan membuat mata nya tidak bisa melihat jalan dengan baik dan tidak melihat tulisan saluran sedang dalam perbaikan yang tertera di sebuah papan.saluran air yang terbuka lebar itu menyeret ibu Naya jauh ke dalam lorong yang gelap dan bau,ia berusaha berteriak,namun apa daya tak ada yang akan mendengarnya.

“ibuuuuuuuu…..” teriak Naya dari depan pintu,tidak seperti biasanya rumahnya terkunci sehingga ia harus membuka dengan kunci cadangan yang dibawanya.
“ibuuuu….. sedang bermain petak umpetkah??” teriak Naya lagi seraya mencari ibunya kesetiap ruangan.
“aaaaaaaaaaaa……….” Naya berteriak histeris
“tasnya bagus bangett!!” Naya berlari kearah tempat tidurnya dan memeluk tas yang sangat dinginkannya itu.masih dengan memeluk tas nya Naya kembali mengitari rumah sambil tersenyum ceria.
          Setelah menghabiskan waktu lama, wajah Naya berubah menjadi cemas.ia terus meneriaki nama ibunya dengan suara parau.
“astaga Naya,darimana saja kamu??”
bibi ai,ibu mana??” tanya Naya pada seorang perempuan yang adalah tetangga nya itu.
“ibu mu sudah meninggal Nay,bibi sudah berulang kali menghubungi mu tapi tidak bisa.” Ujarnya menahan air mata.
“ke.. kenapa bisa???!!!” pekik Naya
          Bibi ai menceritakan dengan jelas semua kronolgis kejadiaan yang membuat ibu Naya meninggal.Naya jatuh terduduk,lututnya goyah.seluruh tubuhnya bergetar.jantungnya berdegup kencang.pikiran nya kacau.sedetik kemudian Naya berteriak histeris.ia menangis sekuat – kuatnya.memeluk erat tas di tangannya.hadiah terakhir dari ibunya tercinta.
          Hari mulai mendung,awan gelap mengitari langit dan perlahan – lahan menutupi sebagian cahaya yang masih terlihat.Naya berjalan tertatih – tatih.berusaha menahan getaran tubuhnya mendekati gundukan tanah yang masih baru di area pekuburan.
          Tak akan ada lagi yang mengomeli nya,tak akan ada lagi orang yang akan selalu menuruti apa yang ia inginkan,taka da lagi yang memasakkan makanan untuknya,menggosokkan baju sekolahnya,bahkan tersenyum kearah nya,benar – benar suah berakhir.
“ibu,maafkan aku”

Rabu, 18 November 2015

Bangtan Boys "BUTTERFLY"



BUTTERFLY

Title : Butterfly
Author : Dean Eldora
Genre : Sad,friendship
Cast : Bangtan Boys and Other
Rate : 15 +

          Seluruh cast milik Allah Swt,dan orang tuanya.Jimin milik author :D fanfiction ini dilindungi hak cipta oleh Tuhan yang maha esa.typo dimana mana.kesalahan adalah dari saya dan kebenaran hanya milik Allah swt semata.dilarang mengcopas,hargai kerja keras author. ^^

         “Don’t think of anything, Don’t say even a single word, Just Smile to me…”

          Seorang pemuda duduk dengan bersimbah darah disudut ruangan sebuah gedung kosong di pinggiran kota.dia tampak frustasi dan menangis sesegukan.
Masih sambil menangis pemuda itu mengambil sebuah botol air mineral disamping nya dan membersihkan darah yang menempel di pakaian nya.ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

Hyung,aku ingin melihat mu” ucapnya dengan suara bergetar

Kicauan merdu burung – burung dan hangatnya mentari di dalam hutan yang rimbang  membuat beberapa pemuda yang ketika itu sedang berkejar – kejaran terlihat gembira.sesekali mereka memukul temannya dan berlari lagi.

“JIMIN !! APA YANG KAU LAKUKAN,HAH?!”  teriak seorang pemuda berambut blonde pada temannya yang bernama Jimin karena telah  memukul kepalanya.
Pemuda yang bernama Jimin itu berlari setelah memukul kepala temannya dan setelah agak jauh ia akhirnya membalikkan tubuh dan menjulur kan lidah pada temannya tadi sehingga membuat temannya itu marah dan mengejarnya.
Jimin yang dikejar malah berlari sambil tertawa membuat beberapa teman yang lain juga ikut tertawa melihat mereka.

Srak… srakkk… srak…

          Suara langkah kaki yang menginjak timbunan dedaunan memecahkan keheningan disebuah kolam berenang yang tak terpakai lagi ditengah hutan.rumput liar dan lumut tumbuh di dasar kolam yang airnya sudah mongering karena sudah lama ditinggalkan.bahkan disudut kolam terdapat air genangan yang berwarna hijau karena dipenuhi lumut.

Bruk !!!

          Tae  lalu membanting tubuhnya kesebuah kasur yang berada didasar kolam yang entah sejak kapan ada disitu.ia lalu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya.
Sebuah foto keluarga dimana ada ayah dan ibunya dan dia berada ditengah – tengah mereka sedang tersenyum bahagia.ia lalu meremas foto itu dan membuangnya.dan ia pun tertidur pulas.

          Jimin dan beberapa temannya keluar dari hutan dan tiba di tempat  Tae tertidur.mereka lalu menghampirinya.
“apa yang sedang kau lakukan disini” tanya Namjoon,seorang Sunbae tae.
Beberapa teman lainya menarik tangan Tae dan berusaha membuatnya berdiri.Tae tampak sangat terkejut dan bingung.ia diam saja dengan tatapan linglung.

          Sebuah kamera menyorot wajah tae yang tampak bingung dan terkejut dari pinggir kolam.merekam keanehan wajah tae dan tawa teman – teman yang memeluknya.

ah,itu Jin-Hyung !!” tunjuk Kookie,yang termuda diantara mereka

          Seorang yang dipanggil Jin itu tersenyum kearah mereka dengan sebuah kamera ditangan nya.ia lalu turun ke dasar kolam dan berjalan menghampiri Tae dan memeluknya.

tutup lah mata mu sebentar dan bukalah…” ujar Jin lalu ia pun melepaskan pelukan nya dari Tae.Tae yang tidak mengerti maksud Jin hanya diam dan berusaha tersenyum.

                             aku selalu tersenyum saat bersamamu”

“……huaaaaaa…..”
          Kookie terlihat sedang mendorong Suga di atas sebuah kereta barang yang entah sejak kapan berada disitu.Suga yang berada diatas nya terlihat takut sekaligus senang.dia tak henti – hentinya tertawa dan berteriak.Jin sibuk merekam tingkah – tingkah lucu adiknya itu.

          “Gunting… Batu… Kertas…”
yeeeeyyy….. hobi  kalaaahh…..”
“aaarrrgghh….. Jimiiiiinnn… “
         
                             They don’t know about they are “
“aahhh…. Jin-Hyung,ayo adu panco dengan kookie… aku ingin lihat otot siapa yang lebih kuat !!!” seru hobi semangat,semua pun bersorak setuju.
“aahhh.. kalian ini..” jin lalu meletakkan kameranya.
“Kookiee… koookieee…”
“Jin-Hyung… kak Jin-Hyung…”
          Sorak sorai dukungan pun menjadi backsound pertandingan adu panco antara Jin dan kookie.memecah keheningan hutan dan hembusan angin yang begitu dingin yang dirasakan oleh Tae yang hanya bisa tersenyum berdiri dibelakang semua teman – temannya.

        I cant still believe it, all of these seem like a dream. Don’t try to disappear”

          Tae menunduk.perasaan gelisah menyelimutinya.wajahnya terlihat sedih,namun sesekali senyum tergurat di bibir tipisnya.tangan nya dikepalkannya kuat – kuat karena bergetar.semakin lama tubuhnya ikut bergetar dan membuatnya menggigil.ingatan – ingatan mengerikan berkelebat di fikirannya membuat kaki nya goyah.tanpa ia sadari air mata mengalir dan ia jatuh bersimpuh.

huaaaaaa……. Jin-Hyung kalah…” teriakan hobi  mengakhiri pertandingan panco yang lebih menegangkan dari turnamen dunia itu.
yeaayy…, kookie menang !!!! kookie menang !!!” kookie bersorak kegirangan dan berpelukan dengan Jimin.

          Jin melihat kearah tae dengan tatapan nanar.matanya memerah menahan tangis.suatu perasaan membuatnya menghela nafas panjang sambil melihat teman – teman nya yang masih bersorak merayakan kemenangan kookie.kecuali Dia dan tae.jin lalu berjalan menghampiri Tae.

apa kau baik – baik saja?” tanya Jin seraya mengarah kan kameranya ke wajah tae sambil tersenyum.

          Tae menengadah.dia melihat wajah tersenyum jin dengan perasaan takut.ada sesuatu yang membuatnya ketakutan.namun beberapa saat kemudian raut wajahnya berubah.ia tiba – tiba tersenyum ceria kearah kamera sambil membuat huruf V dengan jarinya.

“tentu saja aku baik – baik saja”

          Lalu tae berlari kearah teman – teman nya yang sedang menari – nari sambil tertawa.ia datang dan ikut menari – nari dengan gerakan – gerakan aneh yang membuat teman – teman yang lainnya tertawa dan mengikutinya.

“Will you stay by my side? Will you promise me? I’m afraid that if I let go of your hand, you’ll fly away, you’ll shatter”

          Ketika yang lain tengah menari – nari sambil tertawa,jin berjalan perlahan menyusuri hutan sambil merekam setiap apa pun yang terlihat.tiba – tiba ia melihat seekor kupu – kupu yang hinggap di sebuah daun.kupu –kupu itu sangat cantik karena memiliki sayap berwarna – warni.jin begitu terpukau dan mengarahkan kamera nya kearah kupu – kupu itu.kupu- kupu yang sangat cantik itu seperti nya sadar ada manusia yang memperhatikannya,ia pun terbang berputar sebelum akhirnya menghilang ditelan rimbunan pepohonan di hutan.

          Jin diam terpaku.perasaan yang tadi dirasakannya kembali terasa.perasaan kehilangan yang amat sangat sampai membuat nya bergetar.kameranya tetap mengarah ke arah dedaunan yang tadi dihinggapi kupu – kupu yang kini telah menghilang.entah mengapa ia merasa sangat sedih melihat kupu – kupu itu menghilang dan tak pernah terlihat lagi.dengan langkah lunglai ia berjalan kembali kerah kolam menuju teman - temannya

tae,coba buat diriku di dinding ini…” seru namjoon seraya melemparkan sebotol cat spray kearah tae.
ahhh.. Hyung yakin??” ujar tae dengan kedipan aneh kearah namjoon
sudah lah lakukan saja…” namjoon lalu duduk dan bersandar di dinding kolam sambil menunggu tae yang sibuk memikirkan sesuatu sambil menguncang – guncang botol cat spray di tangannya.
ayo cepat lakukan…” teriak namjoon tak sabar

Sraaaassshhhh…

          Suara cat spray ditangan tae yang mulai di semprotkannya kearah dinding kolam dibelakang namjoon.butir – butir cat pun menempel di jaket hitam yang dikenakan namjoon .namun ia diam saja menunggu tae selesai dengan kreasinya.tiba – tiba suara cat berhenti dan tae tersenyum geli.
kenapa? Sudah selesai?”
Namjoon membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat sebuah gambar mirip burung hantu yang digambar tae di dinding kolam.
sialan !!!” namjoon lalu menendang pantat tae dengan kakinya dan tae menghindar sambil tertawa.

          Sesuatu mungkin akan terjadi dimasa depan,maka sayangilah setiap yang kamu miliki sebelum kamu menyesali nya dan meneriaki nama mereka sambil menangis,namun mereka tidak akan pernah menjawab.

          Namjoon dan tae berlari kearah teman – temannya dengan tertawa.namjoon masih sibuk memukuli tae karena ia masih kesal dengan gambar tae tadi sampai suga menariknya.
coba kau yang melakukannya..”
Suga memberikan sebuah ranting pohon kepada namjoon dan meyuruhnya memukul botol mineral dengan sebuah mobil mainan kecil diatasnya.namjoon terlihat kebingungan dan menatap suga.
ayolah Hyung… ini namanya permainan golf..” seru kookie menggodanya.
Namjoon hanya merengut dan memegang erat – erat ranting pohon ditangannya.lalu dia membuat ancang – ancang sebelum memukul.
woaaahh…dia terlihat seperti pemain golf professional !!!” teriak hobi sambil bertepuk tangan.

Duk!!

          Namjoon akhirnya memukul dan mobil mainan itu terpental jauh hingga tenggelam di genangan air.semua bersorak sambil memeluk nya.
kak,Hyung yang terbaik !!!”  seru jimin

          Setelah lama bermain beberapa dari mereka terlihat lelah dan duduk di pinggir kolam.hobi bahkan tertidur di sudut kolam dengan lelapnya.
Suga yang melihat hobi sedang tertidur pulas tiba – tiba berfikiran untuk menganggunya dan memanggil Jin.
ayo foto ekspresi jelek nya ini” seru suga sambil bergaya disebelah hobi.

jin hanya bisa tertawa kecil dan menuruti keinginan suga.kookie yang saat itu tengah berjalan di pinggiran kolam berlari kearah suga dan hobi dan membuat hobi terbangun.dan ketika ia tau bahwa jin hendak memotret mereka dengan cepat ia memasang senyum terbaiknya.

Jepret!!

Sebuah foto keluar dari kamera polarid milik jin.hobi lalu merampas foto itu dan melihatnya dengan tertawa.
untung saja aku cepat bergaya..” ujar hobi merasa menang karena suga gagal mengambil fotonya ketika tidur.suga yang merasa disindir hanya bisa tertawa dan berlari.hobi dengan cepat mengejar suga dan kookie pun mengikuti mereka di belakangnya dan meninggalkan jin dengan foto di tangannya.ia lalu tersenyum menatap foto itu lalu memasukkannya ke dalam saku.

          Setelah benar – benar lelah hobi,suga dan kookie pun akhirnya ikut duduk dipinggir kolam sambil mengayunkan kaki mereka.
wah sudah sore ya…” ujar jimin ketika melihat matahari sudah berubah warna menjadi orange dan suasana sudah mulai gelap.
kita bermain begitu lama sampai lupa waktu…” suga menimpali.
hari ini sangat menyenangkaaaannn….”teriak kookie
Semua tertawa mendengar teriakan kookie dan namjoon pun merangkulnya dan menjitak kepalanya.kookie meringis kesakitan dan berusaha melepas rangkulan namjoon.jin sibuk merekam mereka sambil tertawa.
          Disaat yang lain sibuk mengganggu kookie,tae berjalan kearah sebuah bangunan tua kecil yang tidak terpakai di dekat kolam dan memanjat keatas nya.ia berjalan perlahan sambil menggosok – gosokkan kedua telapak tangannya.ketika sampai di ujung atap,ia menatap kearah matahari yang terbenam dengan sangat indah sambil menghela nafas panjang.

“Bisakah waktu berhenti? Jika saat ini berlalu akankah semuanya baik – baik saja ataukah kau akan menghilang? Aku benar – benar takut..”

sepertinya kita harus kembali,hari sudah semakin gelap…” ujar jin,karena dia adalah yang paling tua diantara mereka dia merasa khawatir akan keselamatan mereka di tengah hutan.
tentu saja !!” ujar Jimin lalu berlari kearah bangunan tua di tengah hutan yang mereka jadikan tempat tinggal.
yang terakhir sampai harus traktir sarapan !!!” lanjut jimin sambil tertawa yang membuat semuanya berlari mengejar dibelakangnya.

          Angin malam berhembus sangat dingin sehingga membuat mereka menggigil.suga dan namjoon berjalan perlahan mendekati mereka dengan kayu – kayu kecil ditangannya.mereka berdua baru saja kembali dari dalam hutan untuk mencari kayu.setelah menunggu beberapa menit api unggun pun menyala.

Huaaaaaa…..” jimin yang merasa paling kedinginan berteriak senang ketika cahaya dari api ungun terlihat dan kehangatan pun perlahan mulai menyelimuti mereka.

          Suga dan kookie duduk di sofa  yang mereka keluarkan dari dalam rumah,sementara yang lainnya duduk mengelilingi api ungun sambil memegang botol minuman.suasana malam yang begitu tenang menyelimuti perasaan mereka.sesekali terdengar suara helaan nafas panjang dan suara jangkrik di tengah hutan.

“apa kau mau?” ujar jin seraya menyodorkan sepotong kue kearah hobi.
ah,terima kasih Hyung... tapi sebenarnya punyaku masih ada…” jawab hobi dengan tertawa kecil.dan dibalas dengan senyuman oleh jin.

          Tae sibuk melemparkan sesuatu kearah api unggun,sementara Jimin dan namjoon bernyanyi – nyanyi kecil dengan memukul botol minuman mereka dengan potongan ranting.kookie lalu tiduran disofa dan meletakkan kepalanya diatas paha suga yang saat itu tengah termenung sambil memain – mainkan korek api gas ditangan nya.suasana yang membuat tae yang tadi nya sedang asyik melemparkan batu – batu kecil kearah api ungun terdiam.dia tersenyum aneh,perasaan yang sejak tadi siang menyelimutinya hadir kembali.ia lalu menatap jin yang sedang bercanda dengan hobi.jin terlihat sangat gembira dan membuat tae kembali tersenyum aneh.

apakah kalian mau pergi kesini??” tanya jin pada semuanya seraya mengeluarkan sebuah foto dari saku celananya.
coba lihat..” seru hobi
          Jin lalu menyodorkan foto itu ke hobi dan kearah lainnya.
itu adalah sebuah pantai yang sangat indah dan aku mengambil fotonya beberapa waktu yang lalu..”jelas jin
ah,ya tentu saja… kenapa tidak..” seru hobi,yang lainnya hanya mengangguk setuju.
          Kookie membalikkan tubuhnya dan meniup perlahan api kecil di tangan suga.
“Hyung,jika tidak kau hentikan kau bisa membakar rambut kookie dan semuanya..”
                
        “Apakah semua ini nyata? Kamu,semua terlalu indah.aku menjadi takut”

huaaaaaaaaaaa……………”

          Pagi yang sangat cerah dan angin yang berhembus sangat kencang membuat mereka sangat gembira.Jin menyetir dengan kecepatan tinggi didalam mobil mini pick up milik nya.suga berteriak senang sambil berusaha memegang sesuatu karena ia terguncang akibat mobil yang dikendarai oleh jin dibawa dengan sangat brutal.perasaan jin saat itu benar – benar aneh ia tidak tau apa yang sedang ia lakukan,ia hanya ikut tertawa.tertawa sekeras – keras nya yang akan membuang semua perasaan mengganjal di hatinyaa.jimin,kookie dan tae yang duduk didalam box mini pick up juga berteriak – teriak kegirangaan karena hembusan angin yang sangat kuat membuat rambut mereka berantakan.mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu menyusuri pinggir pantai membuat debu mengepul dibelakangnya.
Setelah puas bermain,jin pun menghentikan mobilnya dan semua berlari keluar dengan senangnya karena telah sampai di pantai tujuan mereka.

wuhuuuu…..” teriakan namjoon semakin menambah semangat mereka dan mereka pun berlarian kearah bibir pantai.

          Jin mengambil kameranya dari dalam mobil.mengarahkannya pada tae yang sedang berlarian.tae melihat kearah kamera dan tersenyum lebar sambil mengedipkan sebelah matanya.lalu ia berlari mengejar Jimin yang sedang melambai – lambaikan jaketnya.jin pun lalu memutarkan arah kameranya ke namjoon dan kookie yang sedang berusaha menangkap kepiting – kepiting kecil di bibir pantai.
apakah kalian dapat banyak?” ujar jin setengah bercanda.
“tidak Hyung,mereka nakal sekali.tidak mau ditangkap.” Kookie terlihat sangat kesal dengan para kepiting.jin hanya tertawa dengan pernyaataan kekesalan kookie.

          Jin lalu berlari sambil berputar – putar dengan kamera yang mengarah padanya.melihat itu satu persatu mengikuti dan berlarian di belakang jin sambil tertawa kearah kamera.

aaaahhh…. Berhenti !!! aku pusing !!” teriak suga

          Mereka pun berjatuhan ke pasir dan berguling – guling di atasnya.jin duduk perlahan sambil masih merekam mereka yang bergulingan di pasir pantai.tiba – tiba mereka berhenti,lalu jimin duduk sambil membersihkan bajunya.

Hyung,bagaimana kalau kita lomba lari?” tanya jimin pada namjon dengan nada mengejek.
ayo !!” jawab namjoon semangat dan langsung berdiri mengambil posisi berlari.

“satuu… dua… tiga…”

          Namjoon dan jimin berlari dengan sangat cepat sehingga menciptakan kepulan debu kecil dibelakang mereka.sorak sorai pendukung pun meramaikan perlombaan lari itu.setelah lelah jimin akhirnya menyerah karena memang mereka belum membuat garis finish dan pantai itu sangatlah luas.namjoon lalu meloncat kegirangan jauh didepan jimin.
ayo semua berfoto…” seru jin dan semuanya pun berkumpul disekitar mobil.mereka tersenyum kearah kamera dan membuat pose menyenangkan.

          Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat.ketika sore menjelang mereka pun duduk diatas mobil melihat kearah matahari.
waaahhh…. Matahari nya besar sekali ya,berbeda dengan yang waktu itu.” Ujar hobi kagum.
“iya Hyung,matahari nya indah sekali.apa dia tengeelam ke dasar laut?” tanya kookie ketika melihat matahari perlahan seperti masuk kedalam laut.
Semua hanya tertawa mendengar kepolosan kookie.

          Malam semakin larut,jin mengendarai mobilnya kearah sebuah pom bensin di pinggir jalan.
“kita isi bensin dulu,ini sudah hampir habis.aku takut kita tidak akan sampai nanti.” Ujar jin
Setelah sampai mereka bingung karena tidak ada petugas yang berjaga.mereka melihat sekeliling dan tidak menemukan seorang petugas pun.
aku yang akan isi,dulu aku bekerja paruh waktu sebagai seorang petugas SPBU” ujar namjoon seraya turun dari mobil dan meletakkan selang bensin kearah tangki minyak mobil jin.sembari menunggu penuh,namjoon berjalan kearah jin didalam mobil.
bawa kemari kameranya,aku akan memotret.” Dan namjoon pun memotret suga dan jin yang berada di dalam mobil.setelah mencabut selang dari mobil jin,ia lalu meletakkan uang bayaran di atas mesin dan masuk kedalam mobil sambil menunggu hobi yang keluar untuk membeli makanan di supermarket disebelah SPBU.
apakah ini bagus?” tanya namjoon sambil memperlihatkan foto suga dan jin yang tadi di ambilnya.
ini benar – benar bagus.” Ujar jin dan dibarengi anggukan suga.

          Beberapa lama kemudian hobi kembali dengan bungkusan makanan ditangannya.ia lalu meletakkan bungkusan itu kedalam box mobil dimana Jimin,kookie dan tae sedang tertidur pulas.hobi melihat kain yang menyelimuti jimin tersingkap dan jimin terlihat menggigil.hobi lalu menyelimuti jimin dan tersenyum kearahnya.hobi tau,diantara mereka jimin adalah orang yang paling tidak tahan dingin karena rasa dingin saja bisa berakibat fatal bagi jimin.
          Karena hari semakin gelap dan perjalanan mereka untuk kembali ke bangunan tua ditengah hutan yang mereka jadikan rumah masih jauh,Jin lalu mengendarai mobilnya kearah pelabuhan dan mereka semua pun tertidur didalam mobil.
          Dinginnya embun pagi membangunkan kookie dari tidurnya.ia lalu melihat kearah Hyung-nya yang masih tertidur pulas.kookie lalu turun dari mobil dan duduk dipinggir pelabuahan yang terbuat dari kayu.kookie hanya diam menatap matahari yang semakin lama semakin meninggi.
          Tiba- tiba suga datang dan menepuk bahu kookie.
Suga-Hyung,kau mengagetkan ku.”ujar kookie kesal
Suga hanya tersenyum lalu merangkul kookie dan menatap kearah matahari.setelah beberapa lama terdiam,akhirnya suga berbicara,
ayo kita bangunkan mereka semua..” lalu suga berjalan kearah mobil diikuti kookie dibelakangnya.
          Suga lalu mengetuk kaca mobil membangunkan hobi,namjoon dan jin yang masih tertidur didalam.sementara kookie membangunkan jimin dan tae yang tidur dibelakang mobil.mereka satu persatu pun bangun dan keluar dari mobil.suga berjalan kearah pinggir pelabuhan lalu mereka semua duduk disana.
          Tae bangun dari tidurnya dengan perasaan gelisah.ia beberapa kali melihat kearah jin yang sibuk dengan kameranya.sesekali ia menggigit bibirnya yang tipis dan melihat sebuah tower  pantai tidak jauh dari mereka.tae menunduk.lalu memperhatikan wajah mereka satu persatu.setelah menghela nafas panjang tae berdiri dan berjalan kearah tower tanpa disadari oleh yang lainnya.
          Ia memanjat tower itu secara perlahan,setelah beberapa kali hampir terjatuh tae akhirnya sampai diatas tower.tae melihat kearah bawah dan melihat kearah teman – temannya yang menyuruhnya melompat kedalam laut.jin hanya terdiam dan mengarahkan kameranya kearah tae.tae tersenyum,lalu dia menatap kedepan dengan tatapan yakin.setelah menghela nafas panjang,tae pun berlari melompat ke dalam laut.

Byuuurrrrr…..


Kau seperti kupu – kupu.begitu indah,dan dengan sayap mu kau menghilang

          Saat ini sedang musim panas dan siswa diliburkaan beberapa hari untuk menikmati liburan musim panasnya.namun tidak dengan Namjoon,ia lebih memilih kerja part time disebuah SPBU.namjoon bekerja dengan rajin setiap harinya untuk mengumpulkan uang.ia membutuhkan banyak uang persiapannya masuk kuliah ketika sudah lulus.karena meskipun ia adalah siswa paling pintar dan memperoleh beasiswa,ia merasa kuliahnya nanti pasti membutuhkan biaya yang sangat mahal.

          Suga berjalan dengan wajah tertunduk.ia terlihat sangat frustasi dan menendang apa saja yang ada di hadapannya.

daaaaa!!!!”

          Tiba – tiba jimin datang dan mengagetkan suga.
astaga,dasar anak nakal !!!” seru suga sambil memukul kepala jimin
“aduh,sakit Hyung…” rengek jimin seraya mengelus kepalanya.
itu hukuman untuk anak nakal sepertimu…” ujar suga sambil merangkul jimin dan membawa nya berlari.
Tiba – tiba jin lewat dengan mobil nya.
hay bocah - bocah kecil,mau kuantar pulang???” ledek jin pada suga dan jimin yang sedang berlari –larian dipinggir jalan sambil tertawa.tawa mereka berhenti dan menatap tajam kearah jin.
“Jiiiin-Hyuuuungg……” teriak jimin.
“aduh,dasar kurcaci…” jin lalu menjalan kan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil tertawa meninggalkan jimin yang hendak mengamuk kepadanya.
awas saja  jin-hyung itu,jika bertemu kuhajar dia..” seru jimin dengan luapan emosi nya.suga hanya diam dan menatap jimin dengan tatapan kosong.

apa yang kau lakukan?! Kau menghabiskan uang untuk minum dan berjudi.kau bahkan tidur dengan wanita lain dimalam hari.kau hanya pulang untuk meminta uang padaku.aku benar – benar sudah tidak punya apa – apa lagi.”
“kau berbohong,kau pasti memiliki uang.kau kan bekerja setiap hari!!”
“aku bekerja untuk sekolah tae,aku ingin dia menjadi anak yang sukses supaya dia tidak menjadi seperti ayahnya yang seorang pemabuk dan penjudi!”

Plaaaakkk….

          Suara tamparan yang begitu keras terdengar dari dalam rumah tae.tae yang saat itu sedang berdiri didepan pintu rumahnya terkejut.ia tak berani masuk kedalam,ia sangat takut dengan ayahnya.sejak kecil ayah nya sering sekali memukuli nya dan membuat luka di beberapa bagian tubuh nya.ia hanya bisa terdiam didepan pintu mendengar ibunya menangis dipukuli oleh ayahnya.ia memilih pergi menjauh sambil menahan tangis dengan perasaan bersalah pada ibunya.
ibu,maafkan putra mu yang lemah ini sehingga tidak bisa melindungi mu dari ayah…”

          Suga merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menghela nafas panjang.hari ini adalah hari yang berat bagi suga.wanita yang sejak kelas satu menjadi pacarnya memutuskannya dan lebih memilih pria lain.tiba – tiba terdengar sesegukan dari suga,sepertinya sedari tadi dia menahan tangis yang sekarang sudah tidak bisa ditahan nya lagi.dia menangis begitu keras.malam itu menjadi malam yang begitu panjang bagi suga.

tutttt….. tuuuuttttttt...

            Suara ponselnya membangunkan suga dari mimpi buruknya.dia membaca pesan yang datang ke ponselnya pagi itu.
         
Jangan lupa datang ke restoran di samping bookstore, jin-hyung akan mentraktir kita makan siang… dari hobi yang sangat tampan”

            Suga melemparkan ponselnya setelah membaca pesan yang dikirimkan hobi padanya.tiba – tiba dia terbelalak.

Siang?!!” teriak suga dan melihat kearah jam tangannya.yang menunjukkan pukul 11:34.dengan lunglai suga pun menyeret kakinya ke kamar mandi.

“Hari ini kalian bisa makan sepuasnya.Prince Jin yang tampan dan kaya raya ini akan mentraktir kalian,jadi makan lah yang banyak…” teriak jin yang disambut gelak tawa semuanya kecuali jimin yang merengut dan menatap tajam kearah jin.
“ahh,jimin yang imut… maafkan aku yaa,hari ini kau boleh makan daging yang banyak..” ujar jin pada jimin.ia tau jimin marah padanya karena tempo hari ia mengatai jimin dan suga kurcaci.dan satu – satunya yang bisa meredakan kemarahan jimin adalah daging.
          Benar saja.raut wajah jimin berubah menjadi ceria dan berteriak kegirangan.ia lalu berlari dan memesan dua porsi daging ke pelayan sambil menari –nari.mereka pun bergiliran memesan makanan mereka.
          Hanya suga yang masih terlihat murung ditengah gelak tawateman – temannya yang sedang bercanda ria.ia memakan dengan malas memakan kentang goreng pesanannya.

Hyung !!!”
Sebuah seruan mengagetkan suga,dan ketika dia berpaling kearah asal suara.. sepotong kentang goreng mendarat diwajah nya tepat mengenai hidungnya.

yes,kena !!” seru jimin yang ternyata adalah pelaku pelemparan kentang goreng kearah wajah suga.suga membalasnya dengan melempari jimin dengan kentang goreng miliknya.dia bahkan melakukannya dengan tertawa aneh.dia tidak berhenti sampai jimin berteriak menyerah.

hahahahahaha…..” suga tertawa puas penuh dengan kemenangan.
“apa kau mau ini??” suga menawarkan minumannya kearah namjon yang saat itu sedang fokus memasukkan kentang goreng kehidungnya.namjoon hanya menggeleng.
          Tiba – tiba tae naik keatas meja sambil menari – nari.jimin hanya berteriak teriak dari tempat duduk nya sambil melempari tae kentang goreng.mereka tertawa bahagia namun sang pelayan restoran menatap dengan tatapan pasrah sambil menghela nafas.

“Hyung,bagaimana kalau kita ke stasiun kereta api? Aku ingin sekali memanjat gerbong kereta api…” rengek kookie pada jin.
“baiklah… kita akan kesana,lagi pula setelah ini jadwal ku kosong.” Jawab jin ketika selesai membayar semua tagihan.
“yeaaayyy….” Teriak kookie diikuti tepuk tangan jimin.ia tidak bisa bersuara karena didalam mulutnya masih penuh dengan potongan daging.
“tapi yang terlambat mendapatkan tempat duduk harus berlari kearah stasiun..” teriak jin sambil berlari kearah mobilnya.
          Tae,kookie dan namjoon pun berlari dengan cepat dan masuk kedalam mobil jin.mobil jin adalah tipe mobil mewah yang hanya bisa dimasuki oleh empat orang.dan jin pun langsung pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan hobi,jimin dan suga di belakangnya.
aahh… Hyuuuuuuungg…aku tidak ingin berlari..” teriak hobi sambil berlari perlahan disusul dengan jimin dibelakangnya yang masih sibuk mengunyah.

tiiiiiiitttt….. tiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt………..

Sebuah suara klakson sepeda motor mengagetkan hobi dan jimin yang sedang terengah – engah.jimin bahkan sudah memuntahkan semua daging yang tadi dia makan sebelum sempat menelan potongan yang terakhir.

“naiklah,dengan ini kita akan cepat sampai.” Ujar suga dengan santainya sambil duduk diatas sepeda motornya.
“waahh… Suga-Hyung,kau bisa mengendarai sepeda motor?” ledek jimin
“jangan meremehkan ku…” jawab suga
“lalu bagaimana sekarang?? Sepeda motor tidak bisa  dinaiki 3 orang? “ tanya hobi pada suga
          Mereka pun saling bertukar pandangan. 
“bisa bertiga,jimin dibelakang dan kau ditengah.” Jawab suga
“kenapa aku dibelakang?? Aku kan yang paling kecil disini?” rengek jimin protes.
“karena kau yang paling gendut,dan hobi tidak akan mendapatkan tempat duduk jika kau ditengah.” Jawab suga enteng.
          Jimin merengut dan mempoutkan bibirnya.kali ini dia benar –benar tidak bisa protes lagi.hobi tertawa sambil duduk di belakang suga,disusul jimin dibelakangnya.
“huh,benar – benar berat..” keluh suga

“wuuuuuuuu……….”
                        
          Mereka berlarian didalam lorong kereta bawah tanah.tidak akan ada kereta yang lewat karena stasiun ini sudah lama ditinggalkan.hal itu membuat mereka dengan leluasa berlarian kesana kemari.

“Hyung,lihat itu !!!” teriak kookie kepada mereka semua sambil menunjuk gerbong – gerbong kereta api yang sudah lama ditinggalkan dan penuh dengan karat.
Mereka satu persatu keluar dari balik lorong bawah tanah dan berlarian kearah gerbong – gerbong besar itu.satu persatu dari mereka memanjat keatas gerbong.

“Hobi,ayo pegang tangan ku…” seru jimin pada hobi yang terlihat takut memanjat gerbong.hobi adalah orang yang sangat penakut diantara mereka.walau jimin juga penakut,tapi mungkin di masih berada dibawah level penakut hobi.
Hobi menggenngam erat- erat tangan jimin dan dengan bantuan jimin akhirnya hobi sampai juga diatas gerbong.mereka pun duduk di pinggir gerbong.
                                             
“wahh… pemandangan dari sini bagus yaa…”seru jin
“Hyung,kenapa gerbong kereta ini dibiarkan begitu saja?” tanya kookie
“karena stasiun sudah dipindah kan.dan juga gerbong – gerbong kereta ini sudah tua.jadi seperti nya mereka membeli kereta yang baru untuk di operasikan di stasiun yang baru.jadi mereka meninggalkan yang lama disini.” Jelas suga
“wah,menyedihkan sekali yaa.. setelah bertahun – tahun digunakan.akhirnya dibuang begitu saja.terlalu menyakitkan..” seru hobi

          Suga terdiam,dia tertunduk dan wajah nya tiba – tiba berubah murung karena ucapan hobi.ia pun teringat akan masalahnya dan tanpa ia sadari air mata jatuh dari matanya yang sipit.

“woaaahhhh… matahari nya lihat,mataharinya tenggelam kedalam rimbunan pepohonan di hutan sana !!!” teriak kookie sambil menunjuk kearah matahari.jimin tertawa keras mendengar perkataan kookie yang begitu polos.begitu pula dengan yang lainnya.hanya suga yang terisak – isak menahan tangis sambil menunduk.

“ayo turun…” seru jimin seraya berlari meninggalkan mereka dibelakang nya.
Dia meloncat dari atas gerbang dan berlari ketengah – tengah rel kereta api.disusul dengan yang lainnya.

“Rasanya akan menyenangkan jika selalu seperti ini.tapi bagaimana ya kalau aku mati besok? Kita kan tidak tau masa depan kita seperti apa….” ujar Namjoon
“ah,kau jangan berkata seperti itu… apa kau benar – benar ingin mati besok?” tanya jin
“Hyung,jangan berkata sesuatu yang mengerikan seperti kematian,aku takut.memikirkan nya saja sudah membuat ku merinding.aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya aku jika kalian tidak ada..” ujar jimin sedih.
“hahahahaah….” Namjoon hanya tertawa mendengar pernyataan jimin sementara yang lainnya menunduk.sepertinya mereka benar – benar memikirkan perkataan namjoon tadi.

          Mereka berjalan dengan langkah lunglai.namjoon sepertinya merasa sangat bersalah karena ucapan nya tadi merubah suasana menjadi hening.ia pun ikut tertunduk memikirkan sebuah rencana untuk mencairkan suasana.

“duk… duk… duk… aww… “

          Sebuah pukulan mendarat di kepala mereka.sambil meringis kesakitan mereka melihat tae dan kookie berlari sambil tertawa.sesekali mereka membalikkan badan dan menjulurkan lidah mereka.
“dasar anak – anak nakal,benar – benar tidak sopan !!” Jin berteriak kearah mereka dan berlari mengejar.
“koookkiiiieee….. awas kau yaaaa….” Jimin berlari sekuat tenaga mengejar kookie yang tadi memukul kepalanya.
Disusul dengan hobi dibelakangnya,terjadilah kejar – kejaran di sepanjang lorong bawah tanah yang sudah mulai gelap.hanya suga dan namjoon yang terlihat berjalan dengan santai.namjoon malah tersenyum kearah kookie dan tae,ia berpikir ingin berterimakasih pada mereka berdua karena telah membantunya mencairkan suasana.namun suga menatap mereka dengan tatapan kosong.
Mereka melompati sebuah pagar yang agak tinggi ditengah – tengah lorong.sepertinya pagar ini adalah pintu darurat jika sebuah kereta api terjebak didalam lorong.kookie,dan yang lainnya berhasil melewati pagar itu,namun ketika giliran jimin,bajunya tersangkut di pagar dan kalau ia memaksa turun bajunya akan robek besar.jadi ia hanya terdiam di atas pagar.
“Hyungg….” Rengek jimin manja seraya menatap satu persatu mata teman – temannya.
Yang lainnya hanya tertawa melihat jimin tersangkut dipagar.hanya kookie yang mau datang menghampirinya.
“aduh !! saeng ini,makanya tumbuh tinggi..” ledek kookie sambil melepaskan baju jimin yang tersangkut di pagar.jimin merengut mendengar perkataan kookie.
“yaaa… kookie-Hyung….”

           Mereka menuju kesebuah lapangan tempat dimana mereka meletakkan kendaraan mereka.tae dan namjoon berlari dan merebahkan tubuh mereka di tengah – tengah lapangan.mereka menghela nafas panjang secara bersamaan.

Bruuuummm…. Bruummmm….

           Tiba – tiba jin dan yang lainnya datang dengan mobil dan mengitari mereka dengan kecepatan tinggi sampai mengepulkan debu dan pasir disekitarnya.tae dan namjoon berdiri dan bersorak kearah Jin.sementara Jimin dan kookie berteriak kegirangan sambil melambaikan tangan mereka kearah tae dan namjoon.suga hanya tersenyum geli.kecuali hobi yang duduk sambil memejamkan mata dan menggenggam erat – erat sabuk pengamannya.sepertinya dia sangat ketakukan.namun tidak ada yang memperdulikannya dan sibuk berteriak – teriak.jimin bahkan mengeluarkan setenganh tubuh nya dari balik kaca mobil sambil terus melambai – lambaikan tangannya.

“yuuuhuuuuuuu……..”

          Hari semakin gelap dan udara malam yang dingin sudah menusuk kekulit membuat jimin terdiam didalam mobil.ia benar – benar tidak tahan dingin.melihat jimin yang sudah menggigil kedinginan,jin pun angkat bicara.
“sebaiknya sekarang kita pulang,aku akan mengantar kan mereka.tae sebaiknya kau pulang dengan suga karena jarak rumah kalian kan dekat…”
“baiklah Hyung…” seru tae dan berlari kearah suga yang sudah lebih dulu berjalan kearah sepeda motornya.
“bertahanlah,sebentar lagi aku akan mengantarkan mu pulang…”

           Setelah mengantarkan tae pulang,suga pun akhirnya sampai dirumahnya.kamar suga berada di lantai dua sebuah diskotik milik orangtuanya.karena itu ketika ingin menuju kamarnya suga harus melewati perempuan – perempuan yang menggodanya.
“wah,suga kecil sekarang sudah besar yaa…”
“apa kau mau jalan – jalan dengan tante? Tante pasti berikan apa yang kau mau…”
“ya ampun suga,kau tumbuh tampan sekali…”
“dia anak ku,tentu saja dia sangat tampan,ibu nya saja sangat cantik seperti ku..” ibu suga menimpali ditengah – tengah pembicaraan para wanita yang menggoda anaknya.
“jangan ganggu aku,aku capek.mau istirahat…” bentak suga.
“apakah kau mau tidur dipangkuan tante??” seorang wanita bertanya pada suga dengan menggodanya,namun suga tidak menggubris pertanyaan wanita itu dan meneruskan langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya.

          Sesampai nya di kamar nya suga merebahkan dirinya ketempat tidur.sudah entah beberapa kali dia melakukannya sejak hari itu.ia lalu melihat kesamping.dulu dia pernah mengajak Yeri,wanita yang sangat dicintainya itu kerumahnya.namun karena ibu dan ayah nya sudah kembali pulang.suga terpaksa mengurung yeri dikamarnya atau orangtuanya akan mengajak yeri melakukan hal – hal yang mengerikan seperti minum di diskotik mereka.yeri bahkan sempat tertidur di tempat tidur suga.hal itu merupakan kenangan paling indah bagi suga karena ia bisa melihat wajah yeri tanpa disadarinya.
          Namun semua kenangan indah itu sudah hancur,berganti dengan kenangan mengerikan yang dirasakan suga ketika melihat yeri sedang bersama seorang paman yang ternyata adalah pelanggan ibunya.ia sangat terkejut ketika melihat yeri duduk di bar dengan gelas minuman ditangannya.yang lebih mengejutkan lagi ternyata yeri sedang tertawa didalam rangkulan paman itu.
          Yeri yang melihat suga berjalan kearahnya sambil memutar – mutar gelas minuman yang ada ditangannya.
“kenapa? Apa kau kecewa padaku sekarang? Lalu apa yang akan kau lakukan padaku? Kau mau marah? Silahkan saja… aku akan mendengarkan semua ocehan mu.” Ujar yeri setengah tertawa.
kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya suga seraya menatap tajam kearah mata yeri.
“tentu saja karena uang,memang selama ini aku tidak pernah mengeluh padamu.tapi apa kau sadar? Aku ini wanita.aku juga ingin tampil cantik dengan barang – barang mahal didepan semua teman – teman ku yang lain,dan kau tidak bisa mengabulkan itu kan?? Paman itu bisa,dia mengabulkan semua keinginanku…” ujar yeri seraya menunjuk pria yang tadi duduk bersamanya

Suga terdiam,yeri memang benar.dia tidak bisa membelikan yeri barang – barang mewah.bahkan seingat suga,selama tiga tahun bersama dia tidak pernah memberikan apapun untuk yeri.jangankan membeli hadiah,ia saja membayar uang sekolah nya dengan bekerja sebagai pengantar pizza karena dia tidak ingin menggunakan uang haram dari ibunya untuk makan dan membayar sekolah.gaji yang tidak seberapa membuat suga hanya bisa memenuhi kebutuhannya saja,benar – benar tidak ada jika mau membelikan sesuatu untuk Yeri.dan kini tibalah waktunya,dimana dia tidak bisa berkata apa – apa,tidak bisa membalas ucapan yeri ataupun menatap matanya.
Yang bisa ia lakukan hanya pergi dari hadapan yeri,meninggal kan yeri dengan senyum sinis dibibirnya yang merah merona.
          Malam itu suga tak henti – hentinya menangis.ini pertama kalinya dia merasa sangat kehilangan sesuatu yang sangat ia cintai.yeri adalah cinta pertama suga 3 tahun yang lalu.sejak kecil suga benar – benar tidak percaya pada yang namanya cinta.karena bahkan orangtuanya berganti – ganti pasangan setiap hari dan membuat suga tumbuh menjadi anak yang pendiam dan tertutup.ia lebih suka mencari pekerjaan diluar dari pada berlama – lama dirumah.dirumah hanya akan membuat kepalanya sakit mendengar dentuman music yang sangat keras dari lantai bawah.
          Namun kehadiran yeri mampu merubah hidup suga.sejak mengenal yeri, suga menjadi lebih terbuka dan sering tersenyum.teman – teman nya pun suka sekali menggoda suga jika mereka melihat suga dan yeri sedang bersama.terutama jimin,ia sangat senang dengan kehadiran yeri diantara mereka.ia sangat menyayangi kakak kelas nya itu karena mampu berubah suga yang sangat cuek dan pendiam menjadi sedikit lebih ceria.suga menangis memikirkannya,memikirkan bagaimana perasaan kekecewaan jimin ketika mengetahui siapa yeri sebenarnya.jimin bahkan sering memanggil yeri dengan sebutan malaikat.namun mengingat panggilan itu sekarang malah membuat suga mual.

“arrrggghhh….” Suga berteriak keras,namun sekeras apapun ia berteriak pasti tidak akan ada yang mendengarnya.karena music dilantai bawah bahkan lebih kuat dari suaranya.
          Berkali – kali suga mengepal kan tinjunya dan memukuli tempat tidur.perasaan kecewa didalam hatinya bahkan lebih sakit daripada ditembak senapan api.suga duduk dipinggir tempat tidur sambil mengacak rambutnya.ia mengeluarkan sebuah korek api gas dari saku celananya.mungkin sekarang didalam pikirannya berkecamuk sesuatu yang aneh dan mengerikan.suga saati ini benar – benar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.baginya sekarang hidupnya sudah sangat hancur.tak ada lagi alasan untuk hidup lebih lama.sekelebat kenangan bersama teman – temannya muncul,hari – hari bahagia yang ia lewati bersama mereka mungkin sudah tidak akan terjadi lagi.
          “Semuanya,maafkan aku… jimin,kookie,tae,hobi,namjoon,dan kak jin… maafkan aku,aku sudah tidak akan sanggup lagi melihat wajah kalian setelah ini.maaf jika aku mengecewakan kalian.semoga kalian bahagia…” gumam suga seraya berjalan ke sudut kamar,mengambil bensin dan menyiramkannya keseluruh kamar.dengan air mata berlinang,ia pun melemparkan korek api yang sudah menyala ke lantai yang sudah dilumuri dengan bensin.

Bruuussshhh…

          Dalam sekejap api membesar dan menjalar keseluruh ruangan.melahap tanpa sisa setiap yang ada dihadapannya.dalam kobaran api yang menyala – menyala,terlihat suga dengan air mata terakhirnya menjatuhkan diri ketempat tidur dan hilang dalam kobaran api dan kepulan asap hitam yang tebal.
          Kabar kematian suga membuat jimin terpukul,perasaan kehilangan yang amat sangat kini membuat nya bahkan tidak sanggup untuk berdiri.sepulang dari pemakaman suga,tak satu pun dari mereka saling berbicara.mereka hanya diam membisu.menangis dalam kesunyian.mengenang suga dalam memori ingatan.suga yang sangat cuek,suga yang pemarah,suga yang suka mengeluh,suga yang pemalas dan banyak hal lain tentang suga yang membuat mereka kehilangan.
          Jin lebih memilih fokus menyetir,sementara namjoon menutupkan jaket kewajah nya,mungkin karena lebih dewasa jadi mereka lebih mudah mengontrol emosi.bukannya tidak ingin menangis,namun mereka merasa jika ikut menangis itu hanya akan membuat yang lainnya semakin sedih.
          Jin punya banyak kenangan dengan suga,sebagai teman sekelas.jin suka sekali menganggu suga karena baginya itu sangat menyenangkan.suga tidak akan pernah lagi mengomelinya ketika menganggunya yang sedang tertidur dikelas,selamanya.

                             ________________________________________

          Sejak kematian suga,mereka pun sudah jarang berkomunikasi.masing – masing menyibukkan diri dengan kegiatannya.jika bertemu disekolah pun hanya sekedar menyapa dan tersenyum.
          Seperti biasa,setiap pulang sekolah namjoon menuju tempat kerjanya.tidak ada semangat atau pun keceriaan seperti biasa diwajahnya.dia bahkan bergerak bagaikan robot tanpa suara.

tiiinn… tinnn

          Sebuah klakson mobil mengagetkannamjoon,isa segera berlari kearah mesin dan memasukkan selang bensin kedal mobil yang sedang parkir dihadapannnya.
“full”
“baik”
“apa kau baik – baik saja??”
“aku hanya merasa lupa bagaimana caranya tersenyum..”
“jaga kesehatan mu,sebentar lagi kita ujian kelulusan.”
“ya,kau juga Jin.”
          Mobil yang dikendarai jin berlalu dari hadapan namjoon,dia berdiri terpaku masih sambil menggenggam uang yang diberikan jin tadi.
jika masih ada suga,dia pasti akan mengeluh setiap hari tentang ujian kelulusan..”

                                     _______________________________

“jimin,adik kelas ku yang imut.aku merasa bersalah padamu.tanpa sadar karena kebodohanku aku telah membunuh suga.akulah penyebab kematian suga.akulah yang membuatnya membakar diri dirumahnya malam itu.beberapa hari yang lalu aku bertemu suga dan dia melihat ku berjalan dengan seorang pria tua,aku mengatakan sesuatu yang kasar padanya dan aku juga mengatakan aku melakukan semua ini demi uang.aku menghina suga karena keegoisanku.aku benar – benar menyesal menyakiti suga.sekarang aku tak tau harus minta maaf kepadanya dengan cara apa.aku benar – benar menyesal.maafkan aku jimin… aku tau kau sangat dekat dengan suga,aku tau kau pasti adalah orang yang paling kehilangan dia.maafkan aku jimin,aku akan meminta maaf pada suga,aku janji..”

Praaanggg!!!!

          Jimin melemparkan handphone nya kedinding hingga hancur berkeping – keping setelah membaca pesan yang dikirimkan yeri padanya.rasa sakit akibat kehilangan suga belum hilang namun sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa yeri,seorang Noona yang selama ini ia banggakan ternyata adalah penyebab kematian suga.jimin menangis sekuat – kuatnya.berharap keajaiban datang dan suga berdiri dihadapannya sekarang,memeluknya dan menghentikan tangisnya.bagi jimin suga bukan hanya sekedar teman,ia sudah menganggap suga sebagai Hyung kandungnya.jimin menyayangi suga dengan sepenuh hati.meskipun dia sering mengganggu suga,namun sekarang ia merasa sangat bersalah.

“jika aku tau Hyung akan pergi secepat ini,aku pasti akan membuat banyak kenangan indah bersamamu…”

          Sudah seminggu sejak kematian suga dan jimin tidak pernah lagi datang kesekolah.ia mengurung diri dikamar dan tidak mau makan.ia hanya terus menangis,lalu tertidur lelah.dan ketika bangun,ia akan menangis lagi.ingatan tentang suga membuatnya tidak punya keberaniaan untuk bertemu yang lainnya,karena pasti ada yang hilang,tidak ada suga lagi diantara mereka.

          Jimin melihat sebuah foto diatas meja belajarnya.foto dimana masih ada suga didalamnya yang sedang tersenyum manis kearah kamera.entah kenapa jimin merasa suga masih ada.jimin menggenggam erat foto itu dan memeluknya,berjalan kearah kamar mandi dan merebahkan diri di bath up.pikiran jimin benar –benar kosong sekarang,ia hanya ingat sebuah candaan hobi.
“jika kalian ingin membunuh jimin.siram saja tubuhnya dengan air dan dia pasti meninggal karena kedinginan.”
Jimin tau itu kelemahannya.ia benar – benar tidak tahan dingin.ia lalu menghidupkan air dan membiarkan air perlahan – lahan memenuhi bath up.jimin menatap nanar keatas langit – langit kamar mandi.matanya sudah bengkak karena menangis tiada henti.tiba – tiba wajah suga dengan senyum manis nya tergambar dilangit – langit membuat jimin berteriak frustasi.air yang sekarang sudah memenuhi bath up tumpah ke lantai kamar mandi.
Gigi jimin sudah mengeluarkan bunyi gemeretak karena menggigil.ia tidak tau apa yang ia lakukan ini benar.ia hanya merasa hidupnya akan sangat sepi tanpa suga.
Jimin membakar foto yang ia genggam tadi,dan membuangnya kelantai hingga jadi abu.ia perlahan mulai menenggelamkan kepalanya kedalam bath up.dan setelah beberapa menit jimin sudah tidak muncul lagi kepermukaan.yang terdengar hanya suara gemericik air yang terus mengalir.ia menyusul suga.
          Jin tertunduk pucat.tae dan hobi tidak kuasa menahan tangis,begitu pun juga kookie.hanya namjoon yang terdiam tanpa kata,menangis didalam hati.menatap kearah makam jimin dan suga yang berdekatan.jimin pasti bahagia sekarang,ia tidur disamping suga,Hyung yang sangat ia sayangi.untuk selamanya.
          Sekolah sangat berduka Karena dalam satu bulan mereka sudah kehilangan 3 siswa yang meninggal karena bunuh diri.terutama anak kelas 3 karena kehilangan suga dan yeri dalam waktu berdekatan.murid kelas dua pun merasa sangat kehilangan jimin,sosok anak nakal yang selalu buat masalah dan selalu mengganggu mereka,tapi mereka selalu memaafkannya karena dia imut.sekarang mereka merasa sangat merindukannya dan kelas menjadi sangat sepi dan suram.
Terutama tae,ia merasa kesepian kehilangan jimin.meski ia memiliki banyak teman,tetapi hanya jimin lah yang mampu menghiburnya dengan banyolan konyolnya ketika tae sedang sedih karena keluarganya.
          Tae meratapi nasibya sambil memandang kearah kursi jimin.
“dia sudah tidak ada lagi,dia tidak akan pernah duduk disitu lagi.”
          Tae menangis.

          Jin duduk direstoran yang sering ia kunjungi bersama dengan yang lainnya.memesan dua potong daging ukuran besar.sekarang daging panggang itu sudah ada dihadapannya,namun ia malah menangis menatap tumpukan gading itu.
Ia melihat ke sekeliling.
jika ada jimin disini,dia pasti merengek dan meminta daging ini.jika kau mau datangalah… akan ku berikan semuanya.”
 Jin lalu memakan daging itu dengan air mata berlinang.
          Hobi duduk dikelas dan meletakkan wajah nya dimeja.biasanya di jam segini ia,jimin dan tae akan bermain dan tertawa bersama.lalu mengganggu siapa saja yang kala itu menjadi sasaran empuk untuk diganggu.
“hhhhhhhh…” hobi menghela nafas
          Ia lalu menghadap kebelakang.ke arah tempat duduk tae.ia melihat tae menatap tempat duduk jimin dengan tatapan kosong.sepertinya ia sedang mengingat – ingat sesuatu ketika sedang bersama jimin.
          Sepanjang perjalanan pulang hobi berjalan sambil menendang apapun yang ada dihadapannya.ia menumpah kan semua perasaan nya pada botol yang tidak bersalah dan berserakan disepanjang jalan.
“pertemuan selalu terasa menyenangkan dan indah,namun perpisan adalah hal yang paling mengerikan dalam hidup.”

                                __________________________________

Tae berlari keluar dari rumah dengan luka sayatan ditangannya.luka itu mengeluarkan darah yang sangat banyak.dia berlari dengan terus menahan aliran darah ditangannya.ia baru saja melerai perkelahian ayah dan ibunya dirumah.karena ayahnya sedang mabuk berat,ia melempar ibu tae dengan botol minuman dan tae menghadangnya dengan tangan kosong.akibatnya tangan tae terluka terkena pecahan botol,membuat sebuah luka yang cukup dalam.
Ketika tengah berlari,tiba – tiba tae berhenti disebuah bangunan yang sudah menghitam dan digarisi garis polisi.
“Suga-Hyung,aku merindukanmu…”

          Tangan tae kini sudah dalam balutan perban putih dan dia duduk disebuah kedai minuman dengan secangkir minuman dihadapannya.seseorang menolongnya tadi ketika diperjalanan dan tanpa mengucap kan terimakasih ia berlari meninggalkan orang itu.

Gluk…

Tae menenggak minumannya.tak ada satu orang pun yang berani membuat anak 17 tahun ini menghentikan minumnya.mereka mengenal ayah tae yang seorang pemabuk.

“like father like son”
         
Udara malam begitu menusuk,namun kookie tetap keluar dengan pakaian tipis.dia mungkin berpikir apakah dia bisa seperti jimin jika dia melakukan itu.
Kookie mungkin hanya siswa kelas satu.namun ia merasa sangat dekat dengan Sunbae-nim nya itu.kookie sangat pemalu sehingga ia bahkan tidak berani menyapa duluan.ia lebih memilih diam dan menunggu seseorang memulai pembicaraan padanya.
Hari itu,jiminlah yang mendatanginya ketika ia tengah makan siang sendirian ditaman.jimin bahkan memakan semua bekal miliknya tanpa menyisakan sedikit pun untuknya.
“ini benar – benar enak” 
Dan tanpa mengucapkan terimakasih,jimin berlari pergi.
          Esoknya jimin datang ke kelas kookie,kali ini tidak sendirian.ia bahkan membawa hobi dan tae bersamanya.
bocah ini kemarin membawa bekal yang enak sekali,apa kalian mau coba??” tanya jimin kepada hobi dan tae.
“waaa…. Mau mauu…”
“keluarkan bekal mu !!!” ujar jimin seraya menunjuk kookie tepat di keningnya.
          Dengan gugup kookie mengeluarkan bekalnya dan membiarkan tae,hobi dan jimin memakan dengan lahap bekal yang dibawanya.
          Kejadian itu bukan hanya sekali,hampir setiap hari jimin,tae dan hobi datang ke kelas kookie.mereka bahkan datang berlari untuk rebutan bekal kookie.bekal yang dibawa kookie adalah masakan ibunya yang adalah seorang chef di sebuah restoran perancis.setiap hari ibu kookie selalu memasakkan makanan mewah untuk bekal kookie,tanpa ia sadari bekal yang dibuatnya dengan sepenuh hati untuk putranya dimakan oleh tiga anak berandalan sekolah yang sedang kelaparan.
          Namun lama kelamaan kookie malah merasa senang karena kehadiran jimin,tae dan hobi malah membuatnya merasa punya teman.setiap hari kookie selalu meminta ibunya membuatkan satu bekal lagi dengan alasan ia ingin berbagi dengan temannya yang tidak membawa bekal.ibu kookie yang sangat senang mendengar kookie memiliki teman pun membuat kan bekal setiap hari dengan porsi dua kali lipat.dan setiap hari pun bekal itu dihabiskannya bersama jimin,tae dan hobi.

Kriiiiiingggg…….
                   
          Bel istirahat berbunyi,seluruh siswa berlarian kearah kantin.namun tae,jimin dan hobi lari kearah yang berbeda.

Braaakkkkkkk….

          Tae membanting pintu kelas kookie ke dinding.ternyata mereka sedang kejar – kejaran untuk melihat siapa yang terakhir tidak boleh makan bekal kookie.ternyata jimin menjadi orang yang terakhir yang sampai karena sepertinya berat badannya bertambah dan dia menjadi lebih gemuk.akibatnya ia tidak boleh makan bekal kookie yang sekarang dikuasai oleh tae dan hobi.jimin hanya duduk di bangku kelas kookie dan merengut  melihat tae dan hobi memamerkan makanan yang ada ditangan mereka.
“ini,jimin-Hyung.kau pasti haus.” Kookie menyodorkan sebotol air mineral pada jimin.
Jimin mengambilnya dan tanpa sepatah kata pun menghabiskan air dengan sekali teguk.
“huwaaaaahhhhh…..” teriak jimin meneriakkan kelegaannya.
“ini,Hyung makan punyaku saja…” ujar kookie meletakkan bekalnya dihadapan jimin.
          Jimin terdiam,dan dia menatap kookie dengan begitu lama membuat kookie salah tingkah dan penasaran.
“a.. ada apa??” tanya kookie gugup.
huwaaaaaaa….. koookiieeeeeee….” Jimin menangis dan memeluk kookie.kookie hanya diam kebingungan.
“aku terharuuu….”
“HAAAHH???!!!!” teriakan melengking kookie diikuti gelak tawa tae dan suara tersedak hobi.

Duukk!!!

“aduh…” kookie tersadar dari lamunannya dan meringis kesakitan karena kakinya  tersandung batuss.namun sebuah senyum tergurat dibirnya yang kini sudah berubah menjadi merah muda karena dinginnya udara malam.kookie mencoba untuk berlari dan ia melesat dengan kecepatan tinggi sambil menahan sakit dikakinya.

          Sudah dua bulan sejak kematian suga dan jimin.tidak ada lagi kegiatan hura – hura atau pun hanya sekedar berkumpul seperti biasa.jin dan namjoon sibuk mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan,keceriaan hobi sedikit demi sedikt sudah mulai kembali dan ia sekarang juga sering mengganggu teman – teman nya yang lain,meskipun sendirian karena tae sudah tidak pernah datang lagi kesekolah dan menghilang dari rumahnya.
“hey kau,berikan es krim mu padaku..” bentak hobi pada seorang anak kelas satu.
“astaga Hyung ini,mana teman – teman mu? Kalau kau sendirian saja aku tidak takut.”ujar anak itu seraya berlari dari hadapan hobi.
          Hobi diam.dia benar – benar menyerap perkataan anak tadi.
“benar saja,jika aku sendirian mereka tidak takut pada ku.apakah wajah ku tidak semenakutkan jimin dan tae?? Biar sajalah,aku kan imut… hahahahaaa…” hobi tertawa sambil terus berjalan kearah rumahnya.
          Sinar matahari yang begitu terik masuk ke dalam kamar jin yang begitu luas.jam menunjukkan pukul tiga sore.jin terlihat sedang sibuk membaca tumpukan buku yang ada dihadapannya dan sesekali memperbaiki letak kaca matanya.

Tok tok…

          Suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasi jin dan membuatnya sedikit kesal.
“siapa??” tanya jin dengan suara agak ditinggikan
“tuan muda,ada teman anda datang.”
          Seseorang lalu membuka pintu kamar jin dan masuk tanpa izin.sebelum jin sempat mengeluarkan suara orang itu sudah merebahkan tubuhnya ditempat tidur jin.
“hhhhh… empuknya… tubuh ku menjadi sangat lemah karena bekerja hingga larut malam.menyenangkan sekali terlahir menjadi orang kaya seperti mu…”
“hh…. Kau mengeluh saja,apa kau ingin berakhir seperti suga??” ujar jin seraya melemparkan sebuah buku kearah namjoon yang sedang berguling – guling diatas tempat tidurnya.
“jangan mengenangnya lagi,ini membuatku sangat sedih.” Namjoon berbicara dengan posisi telungkup yang membuat suaranya tidak terdengar oleh jin.
“apa kau tau? Tae sudah tidak pernah terlihat lagi disekolah.dan kudengar dia tidak pernah pulang lagi kerumah.aku melihat hobi berjalan sendirian setiap hari,aku mengkhawatirkan keadaan nya setelah kematian jimin dan kepergian tae yang tidak ada kabar.kookie juga menjadi lebih pendiam sekarang.dia selalu terlihat murung dikelas.” Jin berkata panjang lebar tentang pengamatan nya pada hoobae-nya itu sambil membalik –balik kan halaman buku.
“dan kau hanya melihat mereka saja?” tanya namjoon seraya membalikkan badan
“lalu aku bisa apa?!” jawab jin kesal dan menutup bukunya.
          Namjoon menutup wajahnya dengan bantal.
“bicaralah sepuasnya,akan ku dengarkan baik – baik…”
“aku sudah membayar orang untuk mencari tae..”
“wahh.. benar – benar pemikiran orang kaya..
“ini bukan masalah kaya atau tidak.kita harus segera menemukan tae atau aku khawatir tentang mental hobi.dia bisa saja melakukan hal yang sama seperti suga dan jimin.kita tidak bisa selalu berada bersama mereka karena sibuk ujian,setidaknya mereka bersama agar tidak terlalu merasa kesepian dan…”
“grooookkk…”
“sialan kau namjoon!!!”
          Buku harry porter milik jin setebal 500 halaman sukses mendarat di perut namjoon yang tertidur pulas.

          Pagi musim dingin dengan butiran salju yang berjatuhan.salju yang menumpuk disana – sini tidak meruntuhkan semangat jin untuk kesekolah di hari pertama ujian kelulusannya.dengan jaket tebal yang membalut tubuh tegapnya,jin keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menuju gedung sekolah.
          Namun ia merasakan suasana suram disekolah.beberapa siswa yang ia lewati tampak menunduk sedih,bahkan ada yang menangis.
“apa mereka setegang itu menghadapi ujian kelulusan sampai menangis??” gumam jin bingung.
          Jin masuk kekelasnya dan menemukan namjoon tengah menengadahkan kepalanya ke langit – langit kelas sambil memejamkan mata.
“hey,apa kau sedang menghafal rumus wahai pria paling pintar disekolah?” goda jin pada namjoon
“kita terlambat…” ujar namjoon datar dengan suara seraknya.
          Entah kenapa hanya dengan satu kalimat itu membuat lutut jin goyah dan ia jatuh terduduk dihadapan namjooon.
                                 
          Hobi ditemukan tewas oleh ibunya dikamar mandi dengan beberapa butir pil dimulut nya yang belum sempat ia telan.polisi mengidentifikasi penyebab kematian hobi adalah overdosis obat.ditemukan sekitar 12 butir pil di mulutnya dan terindikasi pil dalam jumlah besar yang sudah mencair di perut hobi.
          Hari itu jin mengerjakan soal – soal ujian nya dengan kacau.tidak ada satu soal pun yang ia jawab dengan benar.pikirannya benar – benar tertuju pada hobi.
“andai saja aku bergerak lebih cepat,mungkin hobi tidak akan pergi juga” ujarr jin sambil meneteskan air mata.

“Persahabatan mungkin hanya sebuah kata yang sepele,namun mengandung arti yang luar biasa.dibalik kata persahabatan ada rasa saling percaya,saling menyayangi satu sama lain,saling berbagi,,menangis bersama,menghibur satu sama lain,bercanda tawa bersama,dan perasaan yang sangat mengerikan unttuk dirasakan ditengah – tengah persahabatan adalah rasa kehilangan…”

          Namjoon menyeret kakinya menuju tempat kerja.ia duduk disana setelah petugas dengan shift pagi pulang.tiba – tiba sebuah mobil datang dan namjoon bergegas menghampirinya
“full”
“baik”
          Beberapa menit kemudian namjoon mencabut selang dari dalam tangki obil itu.
“sudah selesai”
“nih”
          Pengendara mobil itu melemparkan bayarannya dari kaca mobil dan berlalu begitu saja meninggalkan namjoon yang diam terpaku menatap beberapa lembar uang di tanah.dia lalu memungut uang itu dan memasukkannya kedalam saku.
Selang beberapa menit sebuah mobil yang berisi preman datang dan membentak namjoon.
“full,cepat!!!” seru salah seorang preman dengan tato elang dilengannya.
          Namjoon mencium bau rokok dan alkohol dari dalam mobil.setelah selesai mereka melemparkan tumpukan sampah ke wajah namjoon sambil tertawa  dan dengan kecepatan tinggi menghilang di telan kerumunan kendaraan di jalan raya.
“hhhhh…” namjoon mengacak rambutnya kesal.ia memungut sampah itu dan membuangnya ke tong sampah.namun tatapannya langsung tertuju pada sebatang rokok yang masih tertinggal di dalam bungkus sampah yang dilemparkan para preman tadi.
“No smoking area”
         
          Namjoon membaca sebuah tulisan peringatan “area dilarang merokok” di
dinding.namjoon diam dan berpikir sejenak.ia duduk di sebuah kursi dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
          Dia berdiri,berjalan kearah tong sampah dan mengambil sesuatu dari dalam tong sampah dan mengeluarkannya dari bungkusnya.sebatang rokok yang tadi dibuangnya.dia memutar – mutar rokok itu ditangannya sambil berjalan menuju sebuah meja didalam ruangan kepala petugas yang sedang keluar.mengambil sesuatu dari balik lacinya dan kembali duduk ditempat duduknya.
Diam dan hening.
          Masih sambil duduk,namjoon menyalakan rokok dengan korek api gas yang dia ambil dari laci kepala petugas tadi.

Duaaaaarrrr…..

          Sebuah ledakan besar terdengar disusul kobaran api.kobaran api dengan cepat membakar tiang – tiang besi penyangga dan benda – benda disekitarnya,beberapakali terdengar bunyi ledakan besar dari balik kobaran api.sekitar 20 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga yang tinggal disekitar spbu.
          Setelah 4 jam dengan melemparkan tumpukan salju kedalam bara api akhirnya tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.beberapa mobil ambulans dan polisi berdatangan untuk membantu korban yang terluka.Jin berlari ditengah kerumunan orang yang berada di sekitar spbu.ia menerobos lautan manusia dengan perasaan cemas dan ketakutan yang amat sangat.
          Jin akhirnya tiba didepan spbu yang sudah menghitam itu,dimana – mana terdapat tumpukan bara api yang masih merah menyala.hanya satu yang diinginkan jin,ia ingin melihat wajah namjoon.
          Beberapa tim evakuasi keluar dari kepulan asap membawa sebuah kantung mayat,jin tidak menghiraukannya dan terus berjalan kearah kepala petugas yang sedang diintrogasi oleh polisi.
“Ahjussi,siapa yang berjaga saat kejadian?” tanya jin
“namjoon” sebuah petir seperti menyambar jin kala itu,ia berusaha menahan diri dan berbalik.
Jin mengejar ambulans yang membawa kantung mayat tadi.

          Butiran – butiran salju berjatuhan menutupi mobil jin yang sedang parkir dipelartaran sebuah rumah sakit.didalamnya jin tak henti – hentinya menangis.
“walau pun aku terlihat tegar bukan berarti aku tidak bisa menangis..”
                                                           
          “Suga,Jimin,Hobi dan Namjoon apakah kalian bahagia sekarang??”

                Jin akhirnya lulus dengan nilai yang memuaskan,ia berada diperingkat 10 dari ratusan siwa kelas tiga disekolahnya.tapi Jin tak terlihat bahagia sedikit pun meski guru dan teman – temannya silih berganti mengucapkan selamat padanya.
Jin merasa sendirian,ia benar – benar merasa sendirian.
“hey kalian,apa kalian tidak iri padaku ?? aku sudah lulus sekarang dan meraih urutan ke sepuluh.namjoon,jika kau masih ada kau pasti berada diurutan pertama.dan suga,kurasa kau ada diurutan terakhir.kita berjanji akan jalan – jalan kepantai kan jika sudah lulus?? Tapi sekarang hanya tinggal aku dan kookie”

          Jin berjalan kearah kelas kookie,dengan masih mengenakan seragam kelulusannya,jin menghampiri kookie yang sedang duduk termenung di kursinya.
“selamat ya,sekarang kau siswa kelas dua.”
“terimakasih Hyung,kau sangat luar biasa.aku melihat nilai mu dan kau sangat jenius.”
“jika kau belajar dengan rajin dan berusaha keras kau akan meraih apa yang kau inginkan…”
“Hyung,bolehkah aku memeluk mu??” pinta kookie pada jin
“tentu saja..” jin membuka kedua tangannya membiarkan kookie memeluknya.
“Hyung selamat atas kelulusan mu,sering – sering lah datang kesekolah..”
“baiklah… jaga dirimu baik – baik..” ujar jin dan pamit untuk kembali ke kelasnya.

          Tae berdiri didepan gerbang sekolah.dengan menggunakan jaket bertopi yang hampir menutupi setengah wajahnya.ia melihat beberapa teman sekelasnya tertawa bahagia sambil berjalan melewatinya.
                “kita sekarang seharusnya sudah kelas tiga ya..” gumam tae seraya berjalan meninggalkan sekolah.

          Untuk kedua kalinya kookie keluar dimalam hari,ia mengatakan kepada ibunya bahwa teman nya mengadakan pesta perayaan kenaikan kelas dan mereka mengundang kookie,padahal kenyataan nya kookie sendirian berjalan di tumpukan salju dijalanan.

“aku tidak ingin mendengar kata maaf,aku hanya ingin kita saling mengucapkan terimakasih.”

“Suga-Hyung,kau begitu manis.. aku menginginkan senyuman mu itu,berikan padaku sebelum kau pergi… Jimin-Hyung,kau sangat baik hati walau kau nakal,aku menginginkan kebaikan hatimu,berikan padaku sebelum kau pergi… Hobi-Hyung,kau sangat ceria,aku sangat menginginkan keceriaan mu,berikan pada ku sebelum kau pergi… Namjoon-Hyung,kau sangat pintar,aku menginginkan kepintaran mu,berikan pada ku sebelum kau pergi…”

          Kookie menyanyikan sebuah lirik yang tidak ada didalam sejarah music dunia.sebuah nyanyian yang tiba – tiba saja meluncur dari bibirnya.sebuah lagu untuk mengenang semua orang yang ia kagumi dan satu persatu telah menghilang dari dunia.

Srakk…

          Ditengah lamunannya tiba – tiba kookie menabrak dua orang pria berbadan besar.namun kookie diam saja dan tetap melanjutkan langkah kakinya tanpa mendengar suara teriakan mereka yang memanggilnya.

Buukkk…”

          Sebuah tinju mendarat di wajah kookie dan ia pun jatuh terduduk.dan ketika ia mencoba bangkit sebuah tendangan mengenangi perut kookie hingga membuat nya terpental kesebuah dinding toko di pinggir jalan.

aaakkkhhhh…” kookie meringis kesakitan,tetesan darah mengalir keluar dari sela – sela bibirnya.
              
“dasar anak nakal,benar – benar tidak sopan pada orang tua hah???!!”bentak salah seorang pria yang ternyata preman itu sambil memukuli tubuh kookie dengan tinju.

          Kookie berusaha berdiri sambil memegangi perutnya,namun para preman itu terus memukulinya hingga membuatnya terjatuh lagi dan lagi.meskipun kookie melakukan perlawanan tetap saja dia yang akan terluka melawan kekuatan dua orang dewasa yang sepertinya tengah mabuk berat ini.yang bisa kookie lakukan hanya melarikan diri dan berusaha lari sejauh – jauhnya.
          Kookie berlari sambil terus meringis dan memegangi perutnya.tubuhnya serasa remuk.ia terus berjalan tak tentu arah.yang ia inginkan adalah pulang dan bertemu ibunya.
          Lampu merah menyala,kookie pun berjalan perlahan menyebrangi jalan sambil membersihkan bercak darah diwajahnya.

Bruukk!!!!

          Sebuah mobil menerobos lampu merah dan menabrak kookie hingga tewas.

“Jika kau menggapai mimpimu,maka kau akan menjadi mimpi baru bagi orang lain”

Jin merasa sangat frustasi.seharian ia mengurung diri dikamar.menangisi kecelakaan yang menimpa kookie.padahal baru tadi pagi ia mendengar kookie memintanya untuk sering menemuinya.dia benar – benar berharap semua ini hanyalah mimpi dan ketika ia membuka mata mereka semua ada dihadapannya.
“Bahkan orang dewasa sekalipun bisa menangis seperti bayi jika mereka merasa sedih”
Jin berjalan kearah sebuah vas bunga dimejanya.mengambil beberapa batang bunga lili dan membakar tujuh kelopaknya dilantai ,lalu ia kembali  ketempat tidurnya.
Menurut buku yang pernah jin baca,aroma bakaran bunga lili akan menghabiskan oksigen disekitanya.namun jin tidak percaya itu karena ia sangat menyukai bunga.namun sekarang ia melakukannya.
Beberapa menit kemudian jin terlihat kesulitan bernafas karena aroma dari bakaran bunga lili menghabiskan oksigen di dalam kamarnya.dengan langkah lunglai jin berjalan kerah jendela.

Braakkk…

          Jin membuka jendela nya dan menghirup udara segar dalam – dalam,dia menangis.ternyata ia tak berani untuk melakukan hal yang sama seperti Suga dan yang lainnya.sekarang ia hanya menangis meratapi betapa lemahnya dia.

“Hidup untuk mati,maka gunakanlah waktu mu agar menjadi orang yang lebih berguna bagi orang lain”

Tae bangkit dari duduknya,dengan lunglai ia berjalan  dan menendang botol – botol minuman yang telah kosong dihadapannya hinga hancur berkeping – keping.
          Dia benar – benar merindukan ibunya,waktu itu karena ayahnya memukulinya ia kabur dari rumah.namun sekarang ia benar – benar merindukan ibunya dan berharap ibunya baik – baik saja.

Kreeettt….

          Tae membuka pintu rumah nya dengan perlahan,berharap ayah nya tidak ada dirumah.tiba – tiba tae mendengar suara rebut dari arah kamar ibunya.
“aku benar – benar sudah tidak punya apa – apa lagi,semuanya tinggal yang kau ambil kemarin.tae bahkan sudah lama tidak pulang,sebagai ayah nya apa kau tidak khawatir?” ujar ibu tae sambil menangis dengan beberapa luka lebam di tubuhnya.
“biarkan saja anak bodoh itu,aku bahkan tidak peduli jika ia mati di jalanan.” Bentak ayah tae sambil membongkar lemari pakaian ibu tae.
“dia anak kita satu – satunya,setidaknya kau mencarinya bukan malah meminta uang untuk berjudi!!!”
“diam kau !!!”

Plaaakkk….

          Ayah tae menampar ibunya dengan sangat keras,ia bahkan melempari ibu tae dengan pakaian – pakaian lusuh dari dalam lemari.tae yang saat itu sedang melihat mereka dari celah pintu mengepalkan tinjunya.ia benar – benar sudah tidak tahan lagi.

Praaanggg

          Tae memecahkan sebuah botol kaca dan membawa serpihan kaca ditangannya.

Braaakkk….

          Tae mendobrak pintu dan

Crassshhh…

          Dia menusukkan serpihan kaca kearah perut ayahnya secara brutal.ia melakukannya sampai beberapa kali dan darah berserakan keseluruh ruangan.
Ibu tae tak henti – hentinya berteriak histeris dan berusaha menarik baju tae.
          Tae mundur dengan wajah ketakutan,seluruh tubuhnya kini dipenuhi oleh bercak darah ayahnya yang sudah tewas dan jatuh dihadapannya.serpihan kaca ditangannya yang berlumuran darah jatuh kelantai.
“lari tae,lari…” ibu tae mengenggam erat tangan nya.
           Tae menatap ibunya tanpa kata,tubuhnya terlihat bergetar.
“larilah,sebelum ada yang melihat..” ibu tae mendorong nya sambil menangis.

          Tae berlari sekuat tenaga meninggalkan ibunya.ia berlari tanpa arah dan tujuan.pikirannya sangat kacau sekarang.dan rasanya jika ia berhenti berlari,akan ada sesuatu yang mau menyakitinya membuat dia terus berlari hingga terseok – seok.

“Seperti seekor kupu – kupu,terbang bebas di angkasa dengan mengembangkan sayap yang indah”

           Jin terbangun dari tidurnya.menyadari bahwa ia tertidur didalam mobil.
Ia melakukan olahraga ringan sembari melihat kearah luar dari kaca mobilnya.ia mendengar suara deburan ombak yang keras.
“wah,aku lupa kalau sedang berada dipelabuhan.” Ujar jin sambil tertawa kecil
          Jin mengambil sebuah foto di sebelah nya,sebuah foto dari kamera polaridnya bersama suga yang dipotretkan oleh namjoon ketika di spbu.seketika senyum dibibir jin menghilang digantikan oleh raut wajah sedih.
          Karena kenyataan yang ia lihat adalah sebuah foto dimana hanya ada dirinya sendiri yang sedang mengambil foto itu.jin menyadari bahwa kini dia sendirian,benar – benar sendirian.
“Bangunlah dan hadapi kenyataan dihadapan mu”



Huaaaaaaaaaaaaaa………. Jimiiiinnn!!!!!! T_T #nangis akhirnya selesai juga ff absurd ini.terimakasih sebanyak – banyaknya kepada Allah Swt,My Mom.Freyaz dan Vallen yang mau menjadi editor dan kritikus.Kak Lilis yang mengajari saya cara menulis yang baik dan benar.kritik dan saran dari reader sangat diharapkan supaya saya menjadi penulis yang lebih baik lagi.
Supaya lebih nge-feel tonton BTS Prologue : On stage dan MV BTS I Need You Original Version yaaa… ^^

Link Youtube :
BTS Prologue: On Stage & BTS I Need You MV Original