BUTTERFLY
Title : Butterfly
Author : Dean Eldora
Genre : Sad,friendship
Cast : Bangtan Boys and Other
Rate
: 15 +
Seluruh cast milik Allah Swt,dan orang
tuanya.Jimin milik author :D fanfiction ini dilindungi hak cipta oleh Tuhan
yang maha esa.typo dimana mana.kesalahan adalah dari saya dan kebenaran hanya
milik Allah swt semata.dilarang mengcopas,hargai kerja keras author. ^^
“Don’t think of anything, Don’t say
even a single word, Just Smile to me…”
Seorang pemuda duduk dengan bersimbah
darah disudut ruangan sebuah gedung kosong di pinggiran kota.dia tampak
frustasi dan menangis sesegukan.
Masih
sambil menangis pemuda itu mengambil sebuah botol air mineral disamping nya dan
membersihkan darah yang menempel di pakaian nya.ia lalu mengambil ponselnya dan
menghubungi seseorang.
“Hyung,aku ingin melihat mu” ucapnya
dengan suara bergetar
Kicauan merdu burung – burung dan
hangatnya mentari di dalam hutan yang rimbang
membuat beberapa pemuda yang ketika itu sedang berkejar – kejaran
terlihat gembira.sesekali mereka memukul temannya dan berlari lagi.
“JIMIN !! APA
YANG KAU LAKUKAN,HAH?!” teriak
seorang pemuda berambut blonde pada temannya yang bernama Jimin karena
telah memukul kepalanya.
Pemuda
yang bernama Jimin itu berlari setelah memukul kepala temannya dan setelah agak
jauh ia akhirnya membalikkan tubuh dan menjulur kan lidah pada temannya tadi
sehingga membuat temannya itu marah dan mengejarnya.
Jimin
yang dikejar malah berlari sambil tertawa membuat beberapa teman yang lain juga
ikut tertawa melihat mereka.
Srak… srakkk…
srak…
Suara langkah kaki yang menginjak
timbunan dedaunan memecahkan keheningan disebuah kolam berenang yang tak
terpakai lagi ditengah hutan.rumput liar dan lumut tumbuh di dasar kolam yang
airnya sudah mongering karena sudah lama ditinggalkan.bahkan disudut kolam
terdapat air genangan yang berwarna hijau karena dipenuhi lumut.
Bruk !!!
Tae lalu membanting tubuhnya kesebuah kasur yang
berada didasar kolam yang entah sejak kapan ada disitu.ia lalu mengeluarkan
sebuah foto dari sakunya.
Sebuah
foto keluarga dimana ada ayah dan ibunya dan dia berada ditengah – tengah
mereka sedang tersenyum bahagia.ia lalu meremas foto itu dan membuangnya.dan ia
pun tertidur pulas.
Jimin dan beberapa temannya keluar
dari hutan dan tiba di tempat Tae
tertidur.mereka lalu menghampirinya.
“apa yang sedang
kau lakukan disini” tanya
Namjoon,seorang Sunbae tae.
Beberapa
teman lainya menarik tangan Tae dan berusaha membuatnya berdiri.Tae tampak
sangat terkejut dan bingung.ia diam saja dengan tatapan linglung.
Sebuah kamera menyorot wajah tae yang
tampak bingung dan terkejut dari pinggir kolam.merekam keanehan wajah tae dan
tawa teman – teman yang memeluknya.
“ah,itu Jin-Hyung !!” tunjuk Kookie,yang
termuda diantara mereka
Seorang yang dipanggil Jin itu
tersenyum kearah mereka dengan sebuah kamera ditangan nya.ia lalu turun ke
dasar kolam dan berjalan menghampiri Tae dan memeluknya.
“tutup lah mata mu sebentar dan bukalah…” ujar
Jin lalu ia pun melepaskan pelukan nya dari Tae.Tae yang tidak mengerti maksud
Jin hanya diam dan berusaha tersenyum.
“aku selalu tersenyum saat bersamamu”
“……huaaaaaa…..”
Kookie terlihat sedang mendorong Suga
di atas sebuah kereta barang yang entah sejak kapan berada disitu.Suga yang
berada diatas nya terlihat takut sekaligus senang.dia tak henti – hentinya
tertawa dan berteriak.Jin sibuk merekam tingkah – tingkah lucu adiknya itu.
“Gunting…
Batu… Kertas…”
“yeeeeyyy….. hobi kalaaahh…..”
“aaarrrgghh…..
Jimiiiiinnn… “
“They don’t know about they are “
“aahhh…. Jin-Hyung,ayo
adu panco dengan kookie… aku ingin lihat otot siapa yang lebih kuat !!!” seru hobi
semangat,semua pun bersorak setuju.
“aahhh.. kalian
ini..” jin
lalu meletakkan kameranya.
“Kookiee…
koookieee…”
“Jin-Hyung…
kak Jin-Hyung…”
Sorak sorai dukungan pun menjadi
backsound pertandingan adu panco antara Jin dan kookie.memecah keheningan hutan
dan hembusan angin yang begitu dingin yang dirasakan oleh Tae yang hanya bisa
tersenyum berdiri dibelakang semua teman – temannya.
“I
cant still believe it, all of these seem like a dream. Don’t try to disappear”
Tae menunduk.perasaan gelisah
menyelimutinya.wajahnya terlihat sedih,namun sesekali senyum tergurat di bibir
tipisnya.tangan nya dikepalkannya kuat – kuat karena bergetar.semakin lama tubuhnya
ikut bergetar dan membuatnya menggigil.ingatan – ingatan mengerikan berkelebat
di fikirannya membuat kaki nya goyah.tanpa ia sadari air mata mengalir dan ia
jatuh bersimpuh.
“huaaaaaa……. Jin-Hyung kalah…” teriakan
hobi mengakhiri pertandingan panco yang
lebih menegangkan dari turnamen dunia itu.
“yeaayy…, kookie menang !!!! kookie menang !!!”
kookie bersorak kegirangan dan berpelukan dengan Jimin.
Jin melihat kearah tae dengan tatapan
nanar.matanya memerah menahan tangis.suatu perasaan membuatnya menghela nafas
panjang sambil melihat teman – teman nya yang masih bersorak merayakan
kemenangan kookie.kecuali Dia dan tae.jin lalu berjalan menghampiri Tae.
“apa kau baik – baik saja?” tanya Jin
seraya mengarah kan kameranya ke wajah tae sambil tersenyum.
Tae menengadah.dia melihat wajah
tersenyum jin dengan perasaan takut.ada sesuatu yang membuatnya ketakutan.namun
beberapa saat kemudian raut wajahnya berubah.ia tiba – tiba tersenyum ceria
kearah kamera sambil membuat huruf V dengan jarinya.
“tentu saja aku
baik – baik saja”
Lalu tae berlari kearah teman –
teman nya yang sedang menari – nari sambil tertawa.ia datang dan ikut menari –
nari dengan gerakan – gerakan aneh yang membuat teman – teman yang lainnya
tertawa dan mengikutinya.
“Will you stay
by my side? Will you promise me? I’m afraid that if I let go of your hand,
you’ll fly away, you’ll shatter”
Ketika yang lain tengah menari – nari
sambil tertawa,jin berjalan perlahan menyusuri hutan sambil merekam setiap apa
pun yang terlihat.tiba – tiba ia melihat seekor kupu – kupu yang hinggap di
sebuah daun.kupu –kupu itu sangat cantik karena memiliki sayap berwarna –
warni.jin begitu terpukau dan mengarahkan kamera nya kearah kupu – kupu
itu.kupu- kupu yang sangat cantik itu seperti nya sadar ada manusia yang
memperhatikannya,ia pun terbang berputar sebelum akhirnya menghilang ditelan
rimbunan pepohonan di hutan.
Jin diam terpaku.perasaan yang tadi
dirasakannya kembali terasa.perasaan kehilangan yang amat sangat sampai membuat
nya bergetar.kameranya tetap mengarah ke arah dedaunan yang tadi dihinggapi
kupu – kupu yang kini telah menghilang.entah mengapa ia merasa sangat sedih
melihat kupu – kupu itu menghilang dan tak pernah terlihat lagi.dengan langkah
lunglai ia berjalan kembali kerah kolam menuju teman - temannya
“tae,coba buat diriku di dinding ini…” seru
namjoon seraya melemparkan sebotol cat spray kearah tae.
“ahhh.. Hyung yakin??” ujar tae dengan
kedipan aneh kearah namjoon
“sudah lah lakukan saja…” namjoon lalu
duduk dan bersandar di dinding kolam sambil menunggu tae yang sibuk memikirkan
sesuatu sambil menguncang – guncang botol cat spray di tangannya.
“ayo cepat lakukan…” teriak namjoon tak
sabar
Sraaaassshhhh…
Suara cat spray ditangan tae yang
mulai di semprotkannya kearah dinding kolam dibelakang namjoon.butir – butir
cat pun menempel di jaket hitam yang dikenakan namjoon .namun ia diam saja
menunggu tae selesai dengan kreasinya.tiba – tiba suara cat berhenti dan tae
tersenyum geli.
“kenapa? Sudah selesai?”
Namjoon
membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat sebuah gambar mirip burung hantu yang
digambar tae di dinding kolam.
“sialan !!!” namjoon lalu menendang
pantat tae dengan kakinya dan tae menghindar sambil tertawa.
Sesuatu
mungkin akan terjadi dimasa depan,maka sayangilah setiap yang kamu miliki
sebelum kamu menyesali nya dan meneriaki nama mereka sambil menangis,namun
mereka tidak akan pernah menjawab.
Namjoon dan tae berlari kearah teman –
temannya dengan tertawa.namjoon masih sibuk memukuli tae karena ia masih kesal
dengan gambar tae tadi sampai suga menariknya.
“coba kau yang melakukannya..”
Suga
memberikan sebuah ranting pohon kepada namjoon dan meyuruhnya memukul botol
mineral dengan sebuah mobil mainan kecil diatasnya.namjoon terlihat kebingungan
dan menatap suga.
“ayolah Hyung… ini namanya permainan golf..” seru
kookie menggodanya.
Namjoon
hanya merengut dan memegang erat – erat ranting pohon ditangannya.lalu dia
membuat ancang – ancang sebelum memukul.
“woaaahh…dia terlihat seperti pemain golf
professional !!!” teriak hobi sambil bertepuk tangan.
Duk!!
Namjoon akhirnya memukul dan mobil
mainan itu terpental jauh hingga tenggelam di genangan air.semua bersorak
sambil memeluk nya.
“kak,Hyung yang terbaik !!!” seru jimin
Setelah lama bermain beberapa dari
mereka terlihat lelah dan duduk di pinggir kolam.hobi bahkan tertidur di sudut
kolam dengan lelapnya.
Suga
yang melihat hobi sedang tertidur pulas tiba – tiba berfikiran untuk
menganggunya dan memanggil Jin.
“ayo foto ekspresi jelek nya ini” seru
suga sambil bergaya disebelah hobi.
jin hanya bisa tertawa kecil dan
menuruti keinginan suga.kookie yang saat itu tengah berjalan di pinggiran kolam
berlari kearah suga dan hobi dan membuat hobi terbangun.dan ketika ia tau bahwa
jin hendak memotret mereka dengan cepat ia memasang senyum terbaiknya.
Jepret!!
Sebuah
foto keluar dari kamera polarid milik jin.hobi lalu merampas foto itu dan
melihatnya dengan tertawa.
“untung saja aku cepat bergaya..” ujar
hobi merasa menang karena suga gagal mengambil fotonya ketika tidur.suga yang
merasa disindir hanya bisa tertawa dan berlari.hobi dengan cepat mengejar suga
dan kookie pun mengikuti mereka di belakangnya dan meninggalkan jin dengan foto
di tangannya.ia lalu tersenyum menatap foto itu lalu memasukkannya ke dalam
saku.
Setelah benar – benar lelah hobi,suga
dan kookie pun akhirnya ikut duduk dipinggir kolam sambil mengayunkan kaki
mereka.
“wah sudah sore ya…” ujar jimin ketika
melihat matahari sudah berubah warna menjadi orange dan suasana sudah mulai
gelap.
“kita bermain begitu lama sampai lupa waktu…”
suga menimpali.
“hari ini sangat menyenangkaaaannn….”teriak
kookie
Semua
tertawa mendengar teriakan kookie dan namjoon pun merangkulnya dan menjitak
kepalanya.kookie meringis kesakitan dan berusaha melepas rangkulan namjoon.jin
sibuk merekam mereka sambil tertawa.
Disaat yang lain sibuk mengganggu
kookie,tae berjalan kearah sebuah bangunan tua kecil yang tidak terpakai di
dekat kolam dan memanjat keatas nya.ia berjalan perlahan sambil menggosok –
gosokkan kedua telapak tangannya.ketika sampai di ujung atap,ia menatap kearah
matahari yang terbenam dengan sangat indah sambil menghela nafas panjang.
“Bisakah waktu berhenti? Jika saat ini berlalu
akankah semuanya baik – baik saja ataukah kau akan menghilang? Aku benar –
benar takut..”
“sepertinya kita harus kembali,hari sudah
semakin gelap…” ujar jin,karena dia adalah yang paling tua diantara mereka
dia merasa khawatir akan keselamatan mereka di tengah hutan.
“tentu saja !!” ujar Jimin lalu berlari
kearah bangunan tua di tengah hutan yang mereka jadikan tempat tinggal.
“yang terakhir sampai harus traktir sarapan
!!!” lanjut jimin sambil tertawa yang membuat semuanya berlari mengejar
dibelakangnya.
Angin malam berhembus sangat dingin
sehingga membuat mereka menggigil.suga dan namjoon berjalan perlahan mendekati
mereka dengan kayu – kayu kecil ditangannya.mereka berdua baru saja kembali
dari dalam hutan untuk mencari kayu.setelah menunggu beberapa menit api unggun
pun menyala.
“Huaaaaaa…..” jimin yang merasa paling
kedinginan berteriak senang ketika cahaya dari api ungun terlihat dan kehangatan
pun perlahan mulai menyelimuti mereka.
Suga dan kookie duduk di sofa yang mereka keluarkan dari dalam
rumah,sementara yang lainnya duduk mengelilingi api ungun sambil memegang botol
minuman.suasana malam yang begitu tenang menyelimuti perasaan mereka.sesekali
terdengar suara helaan nafas panjang dan suara jangkrik di tengah hutan.
“apa kau mau?” ujar jin seraya
menyodorkan sepotong kue kearah hobi.
“ah,terima kasih Hyung... tapi sebenarnya
punyaku masih ada…” jawab hobi dengan tertawa kecil.dan dibalas dengan
senyuman oleh jin.
Tae sibuk melemparkan sesuatu kearah
api unggun,sementara Jimin dan namjoon bernyanyi – nyanyi kecil dengan memukul
botol minuman mereka dengan potongan ranting.kookie lalu tiduran disofa dan
meletakkan kepalanya diatas paha suga yang saat itu tengah termenung sambil
memain – mainkan korek api gas ditangan nya.suasana yang membuat tae yang tadi
nya sedang asyik melemparkan batu – batu kecil kearah api ungun terdiam.dia tersenyum
aneh,perasaan yang sejak tadi siang menyelimutinya hadir kembali.ia lalu
menatap jin yang sedang bercanda dengan hobi.jin terlihat sangat gembira dan membuat
tae kembali tersenyum aneh.
“apakah kalian mau pergi kesini??” tanya
jin pada semuanya seraya mengeluarkan sebuah foto dari saku celananya.
“coba lihat..” seru hobi
Jin lalu menyodorkan foto itu ke hobi
dan kearah lainnya.
“itu adalah sebuah pantai yang sangat indah
dan aku mengambil fotonya beberapa waktu yang lalu..”jelas jin
“ah,ya tentu saja… kenapa tidak..” seru
hobi,yang lainnya hanya mengangguk setuju.
Kookie membalikkan tubuhnya dan meniup
perlahan api kecil di tangan suga.
“Hyung,jika
tidak kau hentikan kau bisa membakar rambut kookie dan semuanya..”
“Apakah semua ini nyata? Kamu,semua
terlalu indah.aku menjadi takut”
“huaaaaaaaaaaa……………”
Pagi yang sangat cerah dan angin yang
berhembus sangat kencang membuat mereka sangat gembira.Jin menyetir dengan
kecepatan tinggi didalam mobil mini pick up milik nya.suga berteriak senang
sambil berusaha memegang sesuatu karena ia terguncang akibat mobil yang
dikendarai oleh jin dibawa dengan sangat brutal.perasaan jin saat itu benar –
benar aneh ia tidak tau apa yang sedang ia lakukan,ia hanya ikut tertawa.tertawa
sekeras – keras nya yang akan membuang semua perasaan mengganjal di hatinyaa.jimin,kookie
dan tae yang duduk didalam box mini pick up juga berteriak – teriak kegirangaan
karena hembusan angin yang sangat kuat membuat rambut mereka berantakan.mobil
yang melaju dengan kecepatan tinggi itu menyusuri pinggir pantai membuat debu
mengepul dibelakangnya.
Setelah
puas bermain,jin pun menghentikan mobilnya dan semua berlari keluar dengan
senangnya karena telah sampai di pantai tujuan mereka.
“wuhuuuu…..” teriakan namjoon semakin
menambah semangat mereka dan mereka pun berlarian kearah bibir pantai.
Jin mengambil kameranya dari dalam
mobil.mengarahkannya pada tae yang sedang berlarian.tae melihat kearah kamera
dan tersenyum lebar sambil mengedipkan sebelah matanya.lalu ia berlari mengejar
Jimin yang sedang melambai – lambaikan jaketnya.jin pun lalu memutarkan arah
kameranya ke namjoon dan kookie yang sedang berusaha menangkap kepiting –
kepiting kecil di bibir pantai.
“apakah kalian dapat banyak?” ujar jin
setengah bercanda.
“tidak Hyung,mereka
nakal sekali.tidak mau ditangkap.” Kookie terlihat sangat kesal dengan
para kepiting.jin hanya tertawa dengan pernyaataan kekesalan kookie.
Jin lalu berlari sambil berputar –
putar dengan kamera yang mengarah padanya.melihat itu satu persatu mengikuti
dan berlarian di belakang jin sambil tertawa kearah kamera.
“aaaahhh…. Berhenti !!! aku pusing !!”
teriak suga
Mereka pun berjatuhan ke pasir dan
berguling – guling di atasnya.jin duduk perlahan sambil masih merekam mereka
yang bergulingan di pasir pantai.tiba – tiba mereka berhenti,lalu jimin duduk
sambil membersihkan bajunya.
“Hyung,bagaimana kalau kita lomba lari?” tanya
jimin pada namjon dengan nada mengejek.
“ayo !!” jawab namjoon semangat dan
langsung berdiri mengambil posisi berlari.
“satuu… dua…
tiga…”
Namjoon dan jimin berlari dengan
sangat cepat sehingga menciptakan kepulan debu kecil dibelakang mereka.sorak
sorai pendukung pun meramaikan perlombaan lari itu.setelah lelah jimin akhirnya
menyerah karena memang mereka belum membuat garis finish dan pantai itu
sangatlah luas.namjoon lalu meloncat kegirangan jauh didepan jimin.
“ayo semua berfoto…” seru jin dan
semuanya pun berkumpul disekitar mobil.mereka tersenyum kearah kamera dan
membuat pose menyenangkan.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat
cepat.ketika sore menjelang mereka pun duduk diatas mobil melihat kearah
matahari.
“waaahhh…. Matahari nya besar sekali
ya,berbeda dengan yang waktu itu.” Ujar hobi kagum.
“iya Hyung,matahari
nya indah sekali.apa dia tengeelam ke dasar laut?” tanya kookie
ketika melihat matahari perlahan seperti masuk kedalam laut.
Semua
hanya tertawa mendengar kepolosan kookie.
Malam semakin larut,jin mengendarai
mobilnya kearah sebuah pom bensin di pinggir jalan.
“kita isi bensin
dulu,ini sudah hampir habis.aku takut kita tidak akan sampai nanti.” Ujar jin
Setelah
sampai mereka bingung karena tidak ada petugas yang berjaga.mereka melihat
sekeliling dan tidak menemukan seorang petugas pun.
“aku yang akan isi,dulu aku bekerja paruh
waktu sebagai seorang petugas SPBU” ujar namjoon seraya turun dari mobil
dan meletakkan selang bensin kearah tangki minyak mobil jin.sembari menunggu
penuh,namjoon berjalan kearah jin didalam mobil.
“bawa kemari kameranya,aku akan memotret.”
Dan namjoon pun memotret suga dan jin yang berada di dalam mobil.setelah
mencabut selang dari mobil jin,ia lalu meletakkan uang bayaran di atas mesin
dan masuk kedalam mobil sambil menunggu hobi yang keluar untuk membeli makanan
di supermarket disebelah SPBU.
“apakah ini bagus?” tanya namjoon sambil memperlihatkan
foto suga dan jin yang tadi di ambilnya.
“ini benar – benar bagus.” Ujar jin dan
dibarengi anggukan suga.
Beberapa lama kemudian hobi kembali
dengan bungkusan makanan ditangannya.ia lalu meletakkan bungkusan itu kedalam
box mobil dimana Jimin,kookie dan tae sedang tertidur pulas.hobi melihat kain
yang menyelimuti jimin tersingkap dan jimin terlihat menggigil.hobi lalu
menyelimuti jimin dan tersenyum kearahnya.hobi tau,diantara mereka jimin adalah
orang yang paling tidak tahan dingin karena rasa dingin saja bisa berakibat
fatal bagi jimin.
Karena hari semakin gelap dan
perjalanan mereka untuk kembali ke bangunan tua ditengah hutan yang mereka
jadikan rumah masih jauh,Jin lalu mengendarai mobilnya kearah pelabuhan dan
mereka semua pun tertidur didalam mobil.
Dinginnya embun pagi membangunkan
kookie dari tidurnya.ia lalu melihat kearah Hyung-nya yang masih tertidur
pulas.kookie lalu turun dari mobil dan duduk dipinggir pelabuahan yang terbuat
dari kayu.kookie hanya diam menatap matahari yang semakin lama semakin
meninggi.
Tiba- tiba suga datang dan menepuk
bahu kookie.
“Suga-Hyung,kau mengagetkan ku.”ujar
kookie kesal
Suga
hanya tersenyum lalu merangkul kookie dan menatap kearah matahari.setelah
beberapa lama terdiam,akhirnya suga berbicara,
“ayo kita bangunkan mereka semua..” lalu
suga berjalan kearah mobil diikuti kookie dibelakangnya.
Suga lalu mengetuk kaca mobil
membangunkan hobi,namjoon dan jin yang masih tertidur didalam.sementara kookie
membangunkan jimin dan tae yang tidur dibelakang mobil.mereka satu persatu pun
bangun dan keluar dari mobil.suga berjalan kearah pinggir pelabuhan lalu mereka
semua duduk disana.
Tae bangun dari tidurnya dengan
perasaan gelisah.ia beberapa kali melihat kearah jin yang sibuk dengan
kameranya.sesekali ia menggigit bibirnya yang tipis dan melihat sebuah
tower pantai tidak jauh dari mereka.tae
menunduk.lalu memperhatikan wajah mereka satu persatu.setelah menghela nafas
panjang tae berdiri dan berjalan kearah tower tanpa disadari oleh yang lainnya.
Ia memanjat tower itu secara
perlahan,setelah beberapa kali hampir terjatuh tae akhirnya sampai diatas
tower.tae melihat kearah bawah dan melihat kearah teman – temannya yang
menyuruhnya melompat kedalam laut.jin hanya terdiam dan mengarahkan kameranya
kearah tae.tae tersenyum,lalu dia menatap kedepan dengan tatapan yakin.setelah
menghela nafas panjang,tae pun berlari melompat ke dalam laut.
Byuuurrrrr…..
“Kau seperti kupu – kupu.begitu indah,dan
dengan sayap mu kau menghilang”
Saat ini sedang musim panas dan siswa
diliburkaan beberapa hari untuk menikmati liburan musim panasnya.namun tidak
dengan Namjoon,ia lebih memilih kerja part time disebuah SPBU.namjoon bekerja
dengan rajin setiap harinya untuk mengumpulkan uang.ia membutuhkan banyak uang persiapannya
masuk kuliah ketika sudah lulus.karena meskipun ia adalah siswa paling pintar
dan memperoleh beasiswa,ia merasa kuliahnya nanti pasti membutuhkan biaya yang
sangat mahal.
Suga berjalan dengan wajah
tertunduk.ia terlihat sangat frustasi dan menendang apa saja yang ada di
hadapannya.
“daaaaa!!!!”
Tiba – tiba jimin datang dan
mengagetkan suga.
“astaga,dasar anak nakal !!!” seru suga
sambil memukul kepala jimin
“aduh,sakit
Hyung…” rengek
jimin seraya mengelus kepalanya.
“itu hukuman untuk anak nakal sepertimu…”
ujar suga sambil merangkul jimin dan membawa nya berlari.
Tiba
– tiba jin lewat dengan mobil nya.
“hay bocah - bocah kecil,mau kuantar
pulang???” ledek jin pada suga dan jimin yang sedang berlari –larian
dipinggir jalan sambil tertawa.tawa mereka berhenti dan menatap tajam kearah
jin.
“Jiiiin-Hyuuuungg……” teriak jimin.
“aduh,dasar
kurcaci…”
jin lalu menjalan kan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil tertawa
meninggalkan jimin yang hendak mengamuk kepadanya.
“awas saja jin-hyung itu,jika bertemu kuhajar dia..”
seru jimin dengan luapan emosi nya.suga hanya diam dan menatap jimin dengan
tatapan kosong.
“apa yang kau lakukan?! Kau menghabiskan uang
untuk minum dan berjudi.kau bahkan tidur dengan wanita lain dimalam hari.kau
hanya pulang untuk meminta uang padaku.aku benar – benar sudah tidak punya apa
– apa lagi.”
“kau
berbohong,kau pasti memiliki uang.kau kan bekerja setiap hari!!”
“aku bekerja
untuk sekolah tae,aku ingin dia menjadi anak yang sukses supaya dia tidak
menjadi seperti ayahnya yang seorang pemabuk dan penjudi!”
Plaaaakkk….
Suara tamparan yang begitu keras
terdengar dari dalam rumah tae.tae yang saat itu sedang berdiri didepan pintu
rumahnya terkejut.ia tak berani masuk kedalam,ia sangat takut dengan
ayahnya.sejak kecil ayah nya sering sekali memukuli nya dan membuat luka di
beberapa bagian tubuh nya.ia hanya bisa terdiam didepan pintu mendengar ibunya
menangis dipukuli oleh ayahnya.ia memilih pergi menjauh sambil menahan tangis
dengan perasaan bersalah pada ibunya.
“ibu,maafkan putra mu yang lemah ini sehingga
tidak bisa melindungi mu dari ayah…”
Suga merebahkan tubuhnya di tempat
tidur dan menghela nafas panjang.hari ini adalah hari yang berat bagi
suga.wanita yang sejak kelas satu menjadi pacarnya memutuskannya dan lebih
memilih pria lain.tiba – tiba terdengar sesegukan dari suga,sepertinya sedari
tadi dia menahan tangis yang sekarang sudah tidak bisa ditahan nya lagi.dia
menangis begitu keras.malam itu menjadi malam yang begitu panjang bagi suga.
tutttt…..
tuuuuttttttt...
Suara ponselnya membangunkan suga dari
mimpi buruknya.dia membaca pesan yang datang ke ponselnya pagi itu.
“Jangan lupa datang ke restoran di samping
bookstore, jin-hyung akan mentraktir kita makan siang… dari hobi yang sangat
tampan”
Suga melemparkan ponselnya setelah
membaca pesan yang dikirimkan hobi padanya.tiba – tiba dia terbelalak.
“Siang?!!” teriak suga dan melihat kearah
jam tangannya.yang menunjukkan pukul 11:34.dengan lunglai suga pun menyeret
kakinya ke kamar mandi.
“Hari ini kalian
bisa makan sepuasnya.Prince Jin yang tampan dan kaya raya ini akan mentraktir
kalian,jadi makan lah yang banyak…” teriak jin yang disambut gelak tawa
semuanya kecuali jimin yang merengut dan menatap tajam kearah jin.
“ahh,jimin yang
imut… maafkan aku yaa,hari ini kau boleh makan daging yang banyak..” ujar jin pada
jimin.ia tau jimin marah padanya karena tempo hari ia mengatai jimin dan suga
kurcaci.dan satu – satunya yang bisa meredakan kemarahan jimin adalah daging.
Benar saja.raut wajah jimin berubah
menjadi ceria dan berteriak kegirangan.ia lalu berlari dan memesan dua porsi
daging ke pelayan sambil menari –nari.mereka pun bergiliran memesan makanan
mereka.
Hanya suga yang masih terlihat murung
ditengah gelak tawateman – temannya yang sedang bercanda ria.ia memakan dengan
malas memakan kentang goreng pesanannya.
“Hyung !!!”
Sebuah seruan mengagetkan suga,dan
ketika dia berpaling kearah asal suara.. sepotong kentang goreng mendarat
diwajah nya tepat mengenai hidungnya.
“yes,kena !!” seru jimin yang ternyata
adalah pelaku pelemparan kentang goreng kearah wajah suga.suga membalasnya
dengan melempari jimin dengan kentang goreng miliknya.dia bahkan melakukannya
dengan tertawa aneh.dia tidak berhenti sampai jimin berteriak menyerah.
“hahahahahaha…..” suga tertawa puas penuh
dengan kemenangan.
“apa kau mau
ini??”
suga menawarkan minumannya kearah namjon yang saat itu sedang fokus memasukkan
kentang goreng kehidungnya.namjoon hanya menggeleng.
Tiba – tiba tae naik keatas meja
sambil menari – nari.jimin hanya berteriak teriak dari tempat duduk nya sambil
melempari tae kentang goreng.mereka tertawa bahagia namun sang pelayan restoran
menatap dengan tatapan pasrah sambil menghela nafas.
“Hyung,bagaimana
kalau kita ke stasiun kereta api? Aku ingin sekali memanjat gerbong kereta
api…”
rengek kookie pada jin.
“baiklah… kita akan
kesana,lagi pula setelah ini jadwal ku kosong.” Jawab jin ketika selesai
membayar semua tagihan.
“yeaaayyy….” Teriak kookie
diikuti tepuk tangan jimin.ia tidak bisa bersuara karena didalam mulutnya masih
penuh dengan potongan daging.
“tapi yang
terlambat mendapatkan tempat duduk harus berlari kearah stasiun..” teriak jin
sambil berlari kearah mobilnya.
Tae,kookie dan namjoon pun berlari
dengan cepat dan masuk kedalam mobil jin.mobil jin adalah tipe mobil mewah yang
hanya bisa dimasuki oleh empat orang.dan jin pun langsung pergi dengan
kecepatan tinggi meninggalkan hobi,jimin dan suga di belakangnya.
“aahh… Hyuuuuuuungg…aku tidak ingin
berlari..” teriak hobi sambil berlari perlahan disusul dengan jimin
dibelakangnya yang masih sibuk mengunyah.
tiiiiiiitttt…..
tiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt………..
Sebuah suara klakson sepeda motor
mengagetkan hobi dan jimin yang sedang terengah – engah.jimin bahkan sudah
memuntahkan semua daging yang tadi dia makan sebelum sempat menelan potongan
yang terakhir.
“naiklah,dengan
ini kita akan cepat sampai.” Ujar suga dengan santainya sambil duduk
diatas sepeda motornya.
“waahh… Suga-Hyung,kau
bisa mengendarai sepeda motor?” ledek jimin
“jangan
meremehkan ku…”
jawab suga
“lalu bagaimana
sekarang?? Sepeda motor tidak bisa
dinaiki 3 orang? “ tanya hobi pada suga
Mereka pun saling bertukar pandangan.
“bisa
bertiga,jimin dibelakang dan kau ditengah.” Jawab suga
“kenapa aku
dibelakang?? Aku kan yang paling kecil disini?” rengek jimin
protes.
“karena kau yang
paling gendut,dan hobi tidak akan mendapatkan tempat duduk jika kau ditengah.” Jawab suga
enteng.
Jimin merengut dan mempoutkan bibirnya.kali
ini dia benar –benar tidak bisa protes lagi.hobi tertawa sambil duduk di belakang
suga,disusul jimin dibelakangnya.
“huh,benar –
benar berat..”
keluh suga
“wuuuuuuuu……….”
Mereka berlarian didalam lorong kereta
bawah tanah.tidak akan ada kereta yang lewat karena stasiun ini sudah lama
ditinggalkan.hal itu membuat mereka dengan leluasa berlarian kesana kemari.
“Hyung,lihat itu
!!!”
teriak kookie kepada mereka semua sambil menunjuk gerbong – gerbong kereta api
yang sudah lama ditinggalkan dan penuh dengan karat.
Mereka
satu persatu keluar dari balik lorong bawah tanah dan berlarian kearah gerbong
– gerbong besar itu.satu persatu dari mereka memanjat keatas gerbong.
“Hobi,ayo pegang
tangan ku…”
seru jimin pada hobi yang terlihat takut memanjat gerbong.hobi adalah orang
yang sangat penakut diantara mereka.walau jimin juga penakut,tapi mungkin di
masih berada dibawah level penakut hobi.
Hobi
menggenngam erat- erat tangan jimin dan dengan bantuan jimin akhirnya hobi
sampai juga diatas gerbong.mereka pun duduk di pinggir gerbong.
“wahh…
pemandangan dari sini bagus yaa…”seru jin
“Hyung,kenapa
gerbong kereta ini dibiarkan begitu saja?” tanya kookie
“karena stasiun
sudah dipindah kan.dan juga gerbong – gerbong kereta ini sudah tua.jadi seperti
nya mereka membeli kereta yang baru untuk di operasikan di stasiun yang
baru.jadi mereka meninggalkan yang lama disini.” Jelas suga
“wah,menyedihkan
sekali yaa.. setelah bertahun – tahun digunakan.akhirnya dibuang begitu
saja.terlalu menyakitkan..” seru hobi
Suga terdiam,dia tertunduk dan wajah
nya tiba – tiba berubah murung karena ucapan hobi.ia pun teringat akan
masalahnya dan tanpa ia sadari air mata jatuh dari matanya yang sipit.
“woaaahhhh…
matahari nya lihat,mataharinya tenggelam kedalam rimbunan pepohonan di hutan
sana !!!”
teriak kookie sambil menunjuk kearah matahari.jimin tertawa keras mendengar
perkataan kookie yang begitu polos.begitu pula dengan yang lainnya.hanya suga
yang terisak – isak menahan tangis sambil menunduk.
“ayo turun…” seru jimin
seraya berlari meninggalkan mereka dibelakang nya.
Dia
meloncat dari atas gerbang dan berlari ketengah – tengah rel kereta api.disusul
dengan yang lainnya.
“Rasanya akan
menyenangkan jika selalu seperti ini.tapi bagaimana ya kalau aku mati besok?
Kita kan tidak tau masa depan kita seperti apa….” ujar Namjoon
“ah,kau jangan
berkata seperti itu… apa kau benar – benar ingin mati besok?” tanya jin
“Hyung,jangan
berkata sesuatu yang mengerikan seperti kematian,aku takut.memikirkan nya saja
sudah membuat ku merinding.aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya
aku jika kalian tidak ada..” ujar jimin sedih.
“hahahahaah….” Namjoon hanya
tertawa mendengar pernyataan jimin sementara yang lainnya menunduk.sepertinya
mereka benar – benar memikirkan perkataan namjoon tadi.
Mereka berjalan dengan langkah
lunglai.namjoon sepertinya merasa sangat bersalah karena ucapan nya tadi
merubah suasana menjadi hening.ia pun ikut tertunduk memikirkan sebuah rencana
untuk mencairkan suasana.
“duk… duk… duk…
aww… “
Sebuah pukulan mendarat di kepala
mereka.sambil meringis kesakitan mereka melihat tae dan kookie berlari sambil
tertawa.sesekali mereka membalikkan badan dan menjulurkan lidah mereka.
“dasar anak –
anak nakal,benar – benar tidak sopan !!” Jin berteriak kearah mereka dan
berlari mengejar.
“koookkiiiieee…..
awas kau yaaaa….”
Jimin berlari sekuat tenaga mengejar kookie yang tadi memukul kepalanya.
Disusul dengan hobi
dibelakangnya,terjadilah kejar – kejaran di sepanjang lorong bawah tanah yang
sudah mulai gelap.hanya suga dan namjoon yang terlihat berjalan dengan
santai.namjoon malah tersenyum kearah kookie dan tae,ia berpikir ingin
berterimakasih pada mereka berdua karena telah membantunya mencairkan
suasana.namun suga menatap mereka dengan tatapan kosong.
Mereka melompati sebuah pagar yang agak
tinggi ditengah – tengah lorong.sepertinya pagar ini adalah pintu darurat jika
sebuah kereta api terjebak didalam lorong.kookie,dan yang lainnya berhasil
melewati pagar itu,namun ketika giliran jimin,bajunya tersangkut di pagar dan
kalau ia memaksa turun bajunya akan robek besar.jadi ia hanya terdiam di atas
pagar.
“Hyungg….” Rengek jimin
manja seraya menatap satu persatu mata teman – temannya.
Yang lainnya hanya tertawa melihat jimin
tersangkut dipagar.hanya kookie yang mau datang menghampirinya.
“aduh
!! saeng ini,makanya tumbuh tinggi..” ledek kookie sambil melepaskan baju
jimin yang tersangkut di pagar.jimin merengut mendengar perkataan kookie.
“yaaa…
kookie-Hyung….”
Mereka menuju kesebuah lapangan tempat dimana mereka
meletakkan kendaraan mereka.tae dan namjoon berlari dan merebahkan tubuh mereka
di tengah – tengah lapangan.mereka menghela nafas panjang secara bersamaan.
Bruuuummm….
Bruummmm….
Tiba – tiba jin dan yang lainnya datang dengan
mobil dan mengitari mereka dengan kecepatan tinggi sampai mengepulkan debu dan
pasir disekitarnya.tae dan namjoon berdiri dan bersorak kearah Jin.sementara
Jimin dan kookie berteriak kegirangan sambil melambaikan tangan mereka kearah
tae dan namjoon.suga hanya tersenyum geli.kecuali hobi yang duduk sambil
memejamkan mata dan menggenggam erat – erat sabuk pengamannya.sepertinya dia
sangat ketakukan.namun tidak ada yang memperdulikannya dan sibuk berteriak –
teriak.jimin bahkan mengeluarkan setenganh tubuh nya dari balik kaca mobil
sambil terus melambai – lambaikan tangannya.
“yuuuhuuuuuuu……..”
Hari semakin gelap dan udara malam
yang dingin sudah menusuk kekulit membuat jimin terdiam didalam mobil.ia benar
– benar tidak tahan dingin.melihat jimin yang sudah menggigil kedinginan,jin
pun angkat bicara.
“sebaiknya
sekarang kita pulang,aku akan mengantar kan mereka.tae sebaiknya kau pulang
dengan suga karena jarak rumah kalian kan dekat…”
“baiklah
Hyung…” seru
tae dan berlari kearah suga yang sudah lebih dulu berjalan kearah sepeda
motornya.
“bertahanlah,sebentar
lagi aku akan mengantarkan mu pulang…”
Setelah mengantarkan tae pulang,suga
pun akhirnya sampai dirumahnya.kamar suga berada di lantai dua sebuah diskotik
milik orangtuanya.karena itu ketika ingin menuju kamarnya suga harus melewati
perempuan – perempuan yang menggodanya.
“wah,suga
kecil sekarang sudah besar yaa…”
“apa
kau mau jalan – jalan dengan tante? Tante pasti berikan apa yang kau mau…”
“ya
ampun suga,kau tumbuh tampan sekali…”
“dia
anak ku,tentu saja dia sangat tampan,ibu nya saja sangat cantik seperti ku..” ibu suga
menimpali ditengah – tengah pembicaraan para wanita yang menggoda anaknya.
“jangan ganggu
aku,aku capek.mau istirahat…” bentak suga.
“apakah kau mau
tidur dipangkuan tante??” seorang wanita bertanya pada suga dengan
menggodanya,namun suga tidak menggubris pertanyaan wanita itu dan meneruskan
langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya.
Sesampai nya di kamar nya suga
merebahkan dirinya ketempat tidur.sudah entah beberapa kali dia melakukannya
sejak hari itu.ia lalu melihat kesamping.dulu dia pernah mengajak Yeri,wanita
yang sangat dicintainya itu kerumahnya.namun karena ibu dan ayah nya sudah
kembali pulang.suga terpaksa mengurung yeri dikamarnya atau orangtuanya akan
mengajak yeri melakukan hal – hal yang mengerikan seperti minum di diskotik
mereka.yeri bahkan sempat tertidur di tempat tidur suga.hal itu merupakan
kenangan paling indah bagi suga karena ia bisa melihat wajah yeri tanpa
disadarinya.
Namun semua kenangan indah itu sudah
hancur,berganti dengan kenangan mengerikan yang dirasakan suga ketika melihat
yeri sedang bersama seorang paman yang ternyata adalah pelanggan ibunya.ia
sangat terkejut ketika melihat yeri duduk di bar dengan gelas minuman
ditangannya.yang lebih mengejutkan lagi ternyata yeri sedang tertawa didalam
rangkulan paman itu.
Yeri yang melihat suga berjalan
kearahnya sambil memutar – mutar gelas minuman yang ada ditangannya.
“kenapa? Apa kau
kecewa padaku sekarang? Lalu apa yang akan kau lakukan padaku? Kau mau marah?
Silahkan saja… aku akan mendengarkan semua ocehan mu.” Ujar yeri
setengah tertawa.
“kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya
suga seraya menatap tajam kearah mata yeri.
“tentu saja
karena uang,memang selama ini aku tidak pernah mengeluh padamu.tapi apa kau
sadar? Aku ini wanita.aku juga ingin tampil cantik dengan barang – barang mahal
didepan semua teman – teman ku yang lain,dan kau tidak bisa mengabulkan itu
kan?? Paman itu bisa,dia mengabulkan semua keinginanku…” ujar yeri
seraya menunjuk pria yang tadi duduk bersamanya
Suga terdiam,yeri memang benar.dia tidak
bisa membelikan yeri barang – barang mewah.bahkan seingat suga,selama tiga
tahun bersama dia tidak pernah memberikan apapun untuk yeri.jangankan membeli
hadiah,ia saja membayar uang sekolah nya dengan bekerja sebagai pengantar pizza
karena dia tidak ingin menggunakan uang haram dari ibunya untuk makan dan
membayar sekolah.gaji yang tidak seberapa membuat suga hanya bisa memenuhi
kebutuhannya saja,benar – benar tidak ada jika mau membelikan sesuatu untuk Yeri.dan
kini tibalah waktunya,dimana dia tidak bisa berkata apa – apa,tidak bisa
membalas ucapan yeri ataupun menatap matanya.
Yang
bisa ia lakukan hanya pergi dari hadapan yeri,meninggal kan yeri dengan senyum
sinis dibibirnya yang merah merona.
Malam itu suga tak henti – hentinya
menangis.ini pertama kalinya dia merasa sangat kehilangan sesuatu yang sangat
ia cintai.yeri adalah cinta pertama suga 3 tahun yang lalu.sejak kecil suga
benar – benar tidak percaya pada yang namanya cinta.karena bahkan orangtuanya
berganti – ganti pasangan setiap hari dan membuat suga tumbuh menjadi anak yang
pendiam dan tertutup.ia lebih suka mencari pekerjaan diluar dari pada berlama –
lama dirumah.dirumah hanya akan membuat kepalanya sakit mendengar dentuman music
yang sangat keras dari lantai bawah.
Namun kehadiran yeri mampu merubah
hidup suga.sejak mengenal yeri, suga menjadi lebih terbuka dan sering
tersenyum.teman – teman nya pun suka sekali menggoda suga jika mereka melihat
suga dan yeri sedang bersama.terutama jimin,ia sangat senang dengan kehadiran
yeri diantara mereka.ia sangat menyayangi kakak kelas nya itu karena mampu
berubah suga yang sangat cuek dan pendiam menjadi sedikit lebih ceria.suga
menangis memikirkannya,memikirkan bagaimana perasaan kekecewaan jimin ketika
mengetahui siapa yeri sebenarnya.jimin bahkan sering memanggil yeri dengan
sebutan malaikat.namun mengingat panggilan itu sekarang malah membuat suga
mual.
“arrrggghhh….” Suga berteriak
keras,namun sekeras apapun ia berteriak pasti tidak akan ada yang mendengarnya.karena
music dilantai bawah bahkan lebih kuat dari suaranya.
Berkali – kali suga mengepal kan
tinjunya dan memukuli tempat tidur.perasaan kecewa didalam hatinya bahkan lebih
sakit daripada ditembak senapan api.suga duduk dipinggir tempat tidur sambil
mengacak rambutnya.ia mengeluarkan sebuah korek api gas dari saku
celananya.mungkin sekarang didalam pikirannya berkecamuk sesuatu yang aneh dan
mengerikan.suga saati ini benar – benar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya
lagi.baginya sekarang hidupnya sudah sangat hancur.tak ada lagi alasan untuk
hidup lebih lama.sekelebat kenangan bersama teman – temannya muncul,hari – hari
bahagia yang ia lewati bersama mereka mungkin sudah tidak akan terjadi lagi.
“Semuanya,maafkan
aku… jimin,kookie,tae,hobi,namjoon,dan kak jin… maafkan aku,aku sudah tidak
akan sanggup lagi melihat wajah kalian setelah ini.maaf jika aku mengecewakan
kalian.semoga kalian bahagia…” gumam suga seraya berjalan ke sudut
kamar,mengambil bensin dan menyiramkannya keseluruh kamar.dengan air mata
berlinang,ia pun melemparkan korek api yang sudah menyala ke lantai yang sudah
dilumuri dengan bensin.
Bruuussshhh…
Dalam sekejap api membesar dan
menjalar keseluruh ruangan.melahap tanpa sisa setiap yang ada dihadapannya.dalam
kobaran api yang menyala – menyala,terlihat suga dengan air mata terakhirnya
menjatuhkan diri ketempat tidur dan hilang dalam kobaran api dan kepulan asap
hitam yang tebal.
Kabar kematian suga membuat jimin
terpukul,perasaan kehilangan yang amat sangat kini membuat nya bahkan tidak
sanggup untuk berdiri.sepulang dari pemakaman suga,tak satu pun dari mereka
saling berbicara.mereka hanya diam membisu.menangis dalam kesunyian.mengenang
suga dalam memori ingatan.suga yang sangat cuek,suga yang pemarah,suga yang
suka mengeluh,suga yang pemalas dan banyak hal lain tentang suga yang membuat
mereka kehilangan.
Jin lebih memilih fokus menyetir,sementara
namjoon menutupkan jaket kewajah nya,mungkin karena lebih dewasa jadi mereka lebih
mudah mengontrol emosi.bukannya tidak ingin menangis,namun mereka merasa jika
ikut menangis itu hanya akan membuat yang lainnya semakin sedih.
Jin punya banyak kenangan dengan
suga,sebagai teman sekelas.jin suka sekali menganggu suga karena baginya itu
sangat menyenangkan.suga tidak akan pernah lagi mengomelinya ketika
menganggunya yang sedang tertidur dikelas,selamanya.
________________________________________
Sejak kematian suga,mereka pun sudah
jarang berkomunikasi.masing – masing menyibukkan diri dengan kegiatannya.jika
bertemu disekolah pun hanya sekedar menyapa dan tersenyum.
Seperti biasa,setiap pulang sekolah
namjoon menuju tempat kerjanya.tidak ada semangat atau pun keceriaan seperti
biasa diwajahnya.dia bahkan bergerak bagaikan robot tanpa suara.
tiiinn… tinnn
Sebuah klakson mobil
mengagetkannamjoon,isa segera berlari kearah mesin dan memasukkan selang bensin
kedal mobil yang sedang parkir dihadapannnya.
“full”
“baik”
“apa kau baik –
baik saja??”
“aku hanya
merasa lupa bagaimana caranya tersenyum..”
“jaga kesehatan
mu,sebentar lagi kita ujian kelulusan.”
“ya,kau juga
Jin.”
Mobil yang dikendarai jin berlalu dari
hadapan namjoon,dia berdiri terpaku masih sambil menggenggam uang yang
diberikan jin tadi.
“jika masih ada suga,dia pasti akan mengeluh
setiap hari tentang ujian kelulusan..”
_______________________________
“jimin,adik
kelas ku yang imut.aku merasa bersalah padamu.tanpa sadar karena kebodohanku
aku telah membunuh suga.akulah penyebab kematian suga.akulah yang membuatnya
membakar diri dirumahnya malam itu.beberapa hari yang lalu aku bertemu suga dan
dia melihat ku berjalan dengan seorang pria tua,aku mengatakan sesuatu yang
kasar padanya dan aku juga mengatakan aku melakukan semua ini demi uang.aku
menghina suga karena keegoisanku.aku benar – benar menyesal menyakiti
suga.sekarang aku tak tau harus minta maaf kepadanya dengan cara apa.aku benar
– benar menyesal.maafkan aku jimin… aku tau kau sangat dekat dengan suga,aku
tau kau pasti adalah orang yang paling kehilangan dia.maafkan aku jimin,aku
akan meminta maaf pada suga,aku janji..”
Praaanggg!!!!
Jimin
melemparkan handphone nya kedinding hingga hancur berkeping – keping setelah
membaca pesan yang dikirimkan yeri padanya.rasa sakit akibat kehilangan suga
belum hilang namun sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa yeri,seorang
Noona yang selama ini ia banggakan ternyata adalah penyebab kematian suga.jimin
menangis sekuat – kuatnya.berharap keajaiban datang dan suga berdiri
dihadapannya sekarang,memeluknya dan menghentikan tangisnya.bagi jimin suga
bukan hanya sekedar teman,ia sudah menganggap suga sebagai Hyung
kandungnya.jimin menyayangi suga dengan sepenuh hati.meskipun dia sering
mengganggu suga,namun sekarang ia merasa sangat bersalah.
“jika aku tau
Hyung akan pergi secepat ini,aku pasti akan membuat banyak kenangan indah
bersamamu…”
Sudah seminggu sejak kematian suga dan
jimin tidak pernah lagi datang kesekolah.ia mengurung diri dikamar dan tidak
mau makan.ia hanya terus menangis,lalu tertidur lelah.dan ketika bangun,ia akan
menangis lagi.ingatan tentang suga membuatnya tidak punya keberaniaan untuk
bertemu yang lainnya,karena pasti ada yang hilang,tidak ada suga lagi diantara
mereka.
Jimin melihat sebuah foto diatas meja
belajarnya.foto dimana masih ada suga didalamnya yang sedang tersenyum manis
kearah kamera.entah kenapa jimin merasa suga masih ada.jimin menggenggam erat foto
itu dan memeluknya,berjalan kearah kamar mandi dan merebahkan diri di bath
up.pikiran jimin benar –benar kosong sekarang,ia hanya ingat sebuah candaan
hobi.
“jika kalian
ingin membunuh jimin.siram saja tubuhnya dengan air dan dia pasti meninggal
karena kedinginan.”
Jimin tau itu kelemahannya.ia benar –
benar tidak tahan dingin.ia lalu menghidupkan air dan membiarkan air perlahan –
lahan memenuhi bath up.jimin menatap nanar keatas langit – langit kamar mandi.matanya
sudah bengkak karena menangis tiada henti.tiba – tiba wajah suga dengan senyum
manis nya tergambar dilangit – langit membuat jimin berteriak frustasi.air yang
sekarang sudah memenuhi bath up tumpah ke lantai kamar mandi.
Gigi
jimin sudah mengeluarkan bunyi gemeretak karena menggigil.ia tidak tau apa yang
ia lakukan ini benar.ia hanya merasa hidupnya akan sangat sepi tanpa suga.
Jimin membakar foto yang ia genggam
tadi,dan membuangnya kelantai hingga jadi abu.ia perlahan mulai menenggelamkan
kepalanya kedalam bath up.dan setelah beberapa menit jimin sudah tidak muncul
lagi kepermukaan.yang terdengar hanya suara gemericik air yang terus
mengalir.ia menyusul suga.
Jin tertunduk pucat.tae dan hobi tidak
kuasa menahan tangis,begitu pun juga kookie.hanya namjoon yang terdiam tanpa
kata,menangis didalam hati.menatap kearah makam jimin dan suga yang
berdekatan.jimin pasti bahagia sekarang,ia tidur disamping suga,Hyung yang
sangat ia sayangi.untuk selamanya.
Sekolah sangat berduka Karena dalam
satu bulan mereka sudah kehilangan 3 siswa yang meninggal karena bunuh
diri.terutama anak kelas 3 karena kehilangan suga dan yeri dalam waktu
berdekatan.murid kelas dua pun merasa sangat kehilangan jimin,sosok anak nakal
yang selalu buat masalah dan selalu mengganggu mereka,tapi mereka selalu
memaafkannya karena dia imut.sekarang mereka merasa sangat merindukannya dan
kelas menjadi sangat sepi dan suram.
Terutama
tae,ia merasa kesepian kehilangan jimin.meski ia memiliki banyak teman,tetapi
hanya jimin lah yang mampu menghiburnya dengan banyolan konyolnya ketika tae sedang
sedih karena keluarganya.
Tae meratapi nasibya sambil memandang
kearah kursi jimin.
“dia sudah tidak
ada lagi,dia tidak akan pernah duduk disitu lagi.”
Tae menangis.
Jin duduk direstoran yang sering ia
kunjungi bersama dengan yang lainnya.memesan dua potong daging ukuran
besar.sekarang daging panggang itu sudah ada dihadapannya,namun ia malah
menangis menatap tumpukan gading itu.
Ia
melihat ke sekeliling.
“jika ada jimin disini,dia pasti merengek dan
meminta daging ini.jika kau mau datangalah… akan ku berikan semuanya.”
Jin lalu memakan daging itu dengan air mata
berlinang.
Hobi duduk dikelas dan meletakkan
wajah nya dimeja.biasanya di jam segini ia,jimin dan tae akan bermain dan
tertawa bersama.lalu mengganggu siapa saja yang kala itu menjadi sasaran empuk
untuk diganggu.
“hhhhhhhh…” hobi menghela
nafas
Ia lalu menghadap kebelakang.ke arah
tempat duduk tae.ia melihat tae menatap tempat duduk jimin dengan tatapan
kosong.sepertinya ia sedang mengingat – ingat sesuatu ketika sedang bersama
jimin.
Sepanjang perjalanan pulang hobi
berjalan sambil menendang apapun yang ada dihadapannya.ia menumpah kan semua
perasaan nya pada botol yang tidak bersalah dan berserakan disepanjang jalan.
“pertemuan
selalu terasa menyenangkan dan indah,namun perpisan adalah hal yang paling
mengerikan dalam hidup.”
__________________________________
Tae berlari keluar dari rumah dengan
luka sayatan ditangannya.luka itu mengeluarkan darah yang sangat banyak.dia
berlari dengan terus menahan aliran darah ditangannya.ia baru saja melerai
perkelahian ayah dan ibunya dirumah.karena ayahnya sedang mabuk berat,ia
melempar ibu tae dengan botol minuman dan tae menghadangnya dengan tangan
kosong.akibatnya tangan tae terluka terkena pecahan botol,membuat sebuah luka
yang cukup dalam.
Ketika
tengah berlari,tiba – tiba tae berhenti disebuah bangunan yang sudah menghitam
dan digarisi garis polisi.
“Suga-Hyung,aku
merindukanmu…”
Tangan tae kini sudah dalam balutan
perban putih dan dia duduk disebuah kedai minuman dengan secangkir minuman
dihadapannya.seseorang menolongnya tadi ketika diperjalanan dan tanpa mengucap
kan terimakasih ia berlari meninggalkan orang itu.
Gluk…
Tae
menenggak minumannya.tak ada satu orang pun yang berani membuat anak 17 tahun
ini menghentikan minumnya.mereka mengenal ayah tae yang seorang pemabuk.
“like father like son”
Udara malam begitu menusuk,namun kookie
tetap keluar dengan pakaian tipis.dia mungkin berpikir apakah dia bisa seperti
jimin jika dia melakukan itu.
Kookie mungkin hanya siswa kelas
satu.namun ia merasa sangat dekat dengan Sunbae-nim nya itu.kookie sangat
pemalu sehingga ia bahkan tidak berani menyapa duluan.ia lebih memilih diam dan
menunggu seseorang memulai pembicaraan padanya.
Hari itu,jiminlah yang mendatanginya
ketika ia tengah makan siang sendirian ditaman.jimin bahkan memakan semua bekal
miliknya tanpa menyisakan sedikit pun untuknya.
“ini benar – benar enak”
Dan
tanpa mengucapkan terimakasih,jimin berlari pergi.
Esoknya jimin datang ke kelas
kookie,kali ini tidak sendirian.ia bahkan membawa hobi dan tae bersamanya.
“bocah ini kemarin membawa bekal yang enak
sekali,apa kalian mau coba??” tanya jimin kepada hobi dan tae.
“waaa…. Mau
mauu…”
“keluarkan bekal
mu !!!”
ujar jimin seraya menunjuk kookie tepat di keningnya.
Dengan gugup kookie mengeluarkan
bekalnya dan membiarkan tae,hobi dan jimin memakan dengan lahap bekal yang
dibawanya.
Kejadian itu bukan hanya sekali,hampir
setiap hari jimin,tae dan hobi datang ke kelas kookie.mereka bahkan datang
berlari untuk rebutan bekal kookie.bekal yang dibawa kookie adalah masakan
ibunya yang adalah seorang chef di sebuah restoran perancis.setiap hari ibu
kookie selalu memasakkan makanan mewah untuk bekal kookie,tanpa ia sadari bekal
yang dibuatnya dengan sepenuh hati untuk putranya dimakan oleh tiga anak
berandalan sekolah yang sedang kelaparan.
Namun lama kelamaan kookie malah
merasa senang karena kehadiran jimin,tae dan hobi malah membuatnya merasa punya
teman.setiap hari kookie selalu meminta ibunya membuatkan satu bekal lagi
dengan alasan ia ingin berbagi dengan temannya yang tidak membawa bekal.ibu
kookie yang sangat senang mendengar kookie memiliki teman pun membuat kan bekal
setiap hari dengan porsi dua kali lipat.dan setiap hari pun bekal itu
dihabiskannya bersama jimin,tae dan hobi.
Kriiiiiingggg…….
Bel istirahat berbunyi,seluruh siswa
berlarian kearah kantin.namun tae,jimin dan hobi lari kearah yang berbeda.
Braaakkkkkkk….
Tae membanting pintu kelas kookie ke
dinding.ternyata mereka sedang kejar – kejaran untuk melihat siapa yang
terakhir tidak boleh makan bekal kookie.ternyata jimin menjadi orang yang
terakhir yang sampai karena sepertinya berat badannya bertambah dan dia menjadi
lebih gemuk.akibatnya ia tidak boleh makan bekal kookie yang sekarang dikuasai oleh
tae dan hobi.jimin hanya duduk di bangku kelas kookie dan merengut melihat tae dan hobi memamerkan makanan yang
ada ditangan mereka.
“ini,jimin-Hyung.kau
pasti haus.”
Kookie menyodorkan sebotol air mineral pada jimin.
Jimin
mengambilnya dan tanpa sepatah kata pun menghabiskan air dengan sekali teguk.
“huwaaaaahhhhh…..” teriak jimin
meneriakkan kelegaannya.
“ini,Hyung makan
punyaku saja…”
ujar kookie meletakkan bekalnya dihadapan jimin.
Jimin terdiam,dan dia menatap kookie
dengan begitu lama membuat kookie salah tingkah dan penasaran.
“a.. ada apa??” tanya kookie
gugup.
“huwaaaaaaa….. koookiieeeeeee….” Jimin
menangis dan memeluk kookie.kookie hanya diam kebingungan.
“aku
terharuuu….”
“HAAAHH???!!!!” teriakan
melengking kookie diikuti gelak tawa tae dan suara tersedak hobi.
Duukk!!!
“aduh…” kookie tersadar
dari lamunannya dan meringis kesakitan karena kakinya tersandung batuss.namun sebuah senyum tergurat
dibirnya yang kini sudah berubah menjadi merah muda karena dinginnya udara
malam.kookie mencoba untuk berlari dan ia melesat dengan kecepatan tinggi
sambil menahan sakit dikakinya.
Sudah dua bulan sejak kematian suga
dan jimin.tidak ada lagi kegiatan hura – hura atau pun hanya sekedar berkumpul
seperti biasa.jin dan namjoon sibuk mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan,keceriaan
hobi sedikit demi sedikt sudah mulai kembali dan ia sekarang juga sering
mengganggu teman – teman nya yang lain,meskipun sendirian karena tae sudah
tidak pernah datang lagi kesekolah dan menghilang dari rumahnya.
“hey kau,berikan
es krim mu padaku..”
bentak hobi pada seorang anak kelas satu.
“astaga Hyung
ini,mana teman – teman mu? Kalau kau sendirian saja aku tidak takut.”ujar anak itu
seraya berlari dari hadapan hobi.
Hobi diam.dia benar – benar menyerap
perkataan anak tadi.
“benar saja,jika
aku sendirian mereka tidak takut pada ku.apakah wajah ku tidak semenakutkan
jimin dan tae?? Biar sajalah,aku kan imut… hahahahaaa…” hobi tertawa sambil
terus berjalan kearah rumahnya.
Sinar matahari yang begitu terik masuk
ke dalam kamar jin yang begitu luas.jam menunjukkan pukul tiga sore.jin
terlihat sedang sibuk membaca tumpukan buku yang ada dihadapannya dan sesekali
memperbaiki letak kaca matanya.
Tok tok…
Suara ketukan pintu membuyarkan
konsentrasi jin dan membuatnya sedikit kesal.
“siapa??” tanya jin
dengan suara agak ditinggikan
“tuan muda,ada
teman anda datang.”
Seseorang
lalu membuka pintu kamar jin dan masuk tanpa izin.sebelum jin sempat
mengeluarkan suara orang itu sudah merebahkan tubuhnya ditempat tidur jin.
“hhhhh…
empuknya… tubuh ku menjadi sangat lemah karena bekerja hingga larut
malam.menyenangkan sekali terlahir menjadi orang kaya seperti mu…”
“hh….
Kau mengeluh saja,apa kau ingin berakhir seperti suga??” ujar jin seraya
melemparkan sebuah buku kearah namjoon yang sedang berguling – guling diatas
tempat tidurnya.
“jangan
mengenangnya lagi,ini membuatku sangat sedih.” Namjoon berbicara dengan
posisi telungkup yang membuat suaranya tidak terdengar oleh jin.
“apa
kau tau? Tae sudah tidak pernah terlihat lagi disekolah.dan kudengar dia tidak
pernah pulang lagi kerumah.aku melihat hobi berjalan sendirian setiap hari,aku
mengkhawatirkan keadaan nya setelah kematian jimin dan kepergian tae yang tidak
ada kabar.kookie juga menjadi lebih pendiam sekarang.dia selalu terlihat murung
dikelas.”
Jin berkata panjang lebar tentang pengamatan nya pada hoobae-nya itu sambil
membalik –balik kan halaman buku.
“dan
kau hanya melihat mereka saja?” tanya namjoon seraya membalikkan badan
“lalu
aku bisa apa?!”
jawab jin kesal dan menutup bukunya.
Namjoon
menutup wajahnya dengan bantal.
“bicaralah
sepuasnya,akan ku dengarkan baik – baik…”
“aku
sudah membayar orang untuk mencari tae..”
“wahh..
benar – benar pemikiran orang kaya..
“ini
bukan masalah kaya atau tidak.kita harus segera menemukan tae atau aku khawatir
tentang mental hobi.dia bisa saja melakukan hal yang sama seperti suga dan
jimin.kita tidak bisa selalu berada bersama mereka karena sibuk
ujian,setidaknya mereka bersama agar tidak terlalu merasa kesepian dan…”
“grooookkk…”
“sialan
kau namjoon!!!”
Buku
harry porter milik jin setebal 500 halaman sukses mendarat di perut namjoon
yang tertidur pulas.
Pagi
musim dingin dengan butiran salju yang berjatuhan.salju yang menumpuk disana –
sini tidak meruntuhkan semangat jin untuk kesekolah di hari pertama ujian
kelulusannya.dengan jaket tebal yang membalut tubuh tegapnya,jin keluar dari
mobilnya dan berjalan cepat menuju gedung sekolah.
Namun
ia merasakan suasana suram disekolah.beberapa siswa yang ia lewati tampak
menunduk sedih,bahkan ada yang menangis.
“apa
mereka setegang itu menghadapi ujian kelulusan sampai menangis??” gumam jin
bingung.
Jin
masuk kekelasnya dan menemukan namjoon tengah menengadahkan kepalanya ke langit
– langit kelas sambil memejamkan mata.
“hey,apa
kau sedang menghafal rumus wahai pria paling pintar disekolah?” goda jin pada
namjoon
“kita
terlambat…”
ujar namjoon datar dengan suara seraknya.
Entah
kenapa hanya dengan satu kalimat itu membuat lutut jin goyah dan ia jatuh
terduduk dihadapan namjooon.
Hobi
ditemukan tewas oleh ibunya dikamar mandi dengan beberapa butir pil dimulut nya
yang belum sempat ia telan.polisi mengidentifikasi penyebab kematian hobi
adalah overdosis obat.ditemukan sekitar 12 butir pil di mulutnya dan terindikasi
pil dalam jumlah besar yang sudah mencair di perut hobi.
Hari
itu jin mengerjakan soal – soal ujian nya dengan kacau.tidak ada satu soal pun
yang ia jawab dengan benar.pikirannya benar – benar tertuju pada hobi.
“andai
saja aku bergerak lebih cepat,mungkin hobi tidak akan pergi juga” ujarr jin
sambil meneteskan air mata.
“Persahabatan mungkin hanya sebuah kata yang
sepele,namun mengandung arti yang luar biasa.dibalik kata persahabatan ada rasa
saling percaya,saling menyayangi satu sama lain,saling berbagi,,menangis
bersama,menghibur satu sama lain,bercanda tawa bersama,dan perasaan yang sangat
mengerikan unttuk dirasakan ditengah – tengah persahabatan adalah rasa
kehilangan…”
Namjoon
menyeret kakinya menuju tempat kerja.ia duduk disana setelah petugas dengan
shift pagi pulang.tiba – tiba sebuah mobil datang dan namjoon bergegas
menghampirinya
“full”
“baik”
Beberapa
menit kemudian namjoon mencabut selang dari dalam tangki obil itu.
“sudah
selesai”
“nih”
Pengendara
mobil itu melemparkan bayarannya dari kaca mobil dan berlalu begitu saja
meninggalkan namjoon yang diam terpaku menatap beberapa lembar uang di
tanah.dia lalu memungut uang itu dan memasukkannya kedalam saku.
Selang beberapa menit sebuah
mobil yang berisi preman datang dan membentak namjoon.
“full,cepat!!!” seru salah
seorang preman dengan tato elang dilengannya.
Namjoon
mencium bau rokok dan alkohol dari dalam mobil.setelah selesai mereka
melemparkan tumpukan sampah ke wajah namjoon sambil tertawa dan dengan kecepatan tinggi menghilang di
telan kerumunan kendaraan di jalan raya.
“hhhhh…” namjoon
mengacak rambutnya kesal.ia memungut sampah itu dan membuangnya ke tong
sampah.namun tatapannya langsung tertuju pada sebatang rokok yang masih
tertinggal di dalam bungkus sampah yang dilemparkan para preman tadi.
“No smoking area”
Namjoon
membaca sebuah tulisan peringatan “area
dilarang merokok” di
dinding.namjoon diam dan berpikir
sejenak.ia duduk di sebuah kursi dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
Dia
berdiri,berjalan kearah tong sampah dan mengambil sesuatu dari dalam tong
sampah dan mengeluarkannya dari bungkusnya.sebatang rokok yang tadi
dibuangnya.dia memutar – mutar rokok itu ditangannya sambil berjalan menuju
sebuah meja didalam ruangan kepala petugas yang sedang keluar.mengambil sesuatu
dari balik lacinya dan kembali duduk ditempat duduknya.
Diam dan hening.
Masih
sambil duduk,namjoon menyalakan rokok dengan korek api gas yang dia ambil dari
laci kepala petugas tadi.
Duaaaaarrrr…..
Sebuah
ledakan besar terdengar disusul kobaran api.kobaran api dengan cepat membakar
tiang – tiang besi penyangga dan benda – benda disekitarnya,beberapakali
terdengar bunyi ledakan besar dari balik kobaran api.sekitar 20 unit pemadam
kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga yang tinggal
disekitar spbu.
Setelah
4 jam dengan melemparkan tumpukan salju kedalam bara api akhirnya tim pemadam
kebakaran berhasil memadamkan api.beberapa mobil ambulans dan polisi
berdatangan untuk membantu korban yang terluka.Jin berlari ditengah kerumunan
orang yang berada di sekitar spbu.ia menerobos lautan manusia dengan perasaan
cemas dan ketakutan yang amat sangat.
Jin
akhirnya tiba didepan spbu yang sudah menghitam itu,dimana – mana terdapat
tumpukan bara api yang masih merah menyala.hanya satu yang diinginkan jin,ia
ingin melihat wajah namjoon.
Beberapa
tim evakuasi keluar dari kepulan asap membawa sebuah kantung mayat,jin tidak
menghiraukannya dan terus berjalan kearah kepala petugas yang sedang
diintrogasi oleh polisi.
“Ahjussi,siapa
yang berjaga saat kejadian?” tanya jin
“namjoon” sebuah petir
seperti menyambar jin kala itu,ia berusaha menahan diri dan berbalik.
Jin mengejar ambulans yang
membawa kantung mayat tadi.
Butiran
– butiran salju berjatuhan menutupi mobil jin yang sedang parkir dipelartaran
sebuah rumah sakit.didalamnya jin tak henti – hentinya menangis.
“walau
pun aku terlihat tegar bukan berarti aku tidak bisa menangis..”
“Suga,Jimin,Hobi dan Namjoon apakah
kalian bahagia sekarang??”
Jin akhirnya
lulus dengan nilai yang memuaskan,ia berada diperingkat 10 dari ratusan siwa
kelas tiga disekolahnya.tapi Jin tak terlihat bahagia sedikit pun meski guru
dan teman – temannya silih berganti mengucapkan selamat padanya.
Jin
merasa sendirian,ia benar – benar merasa sendirian.
“hey kalian,apa kalian tidak iri padaku ?? aku sudah
lulus sekarang dan meraih urutan ke sepuluh.namjoon,jika kau masih ada kau
pasti berada diurutan pertama.dan suga,kurasa kau ada diurutan terakhir.kita
berjanji akan jalan – jalan kepantai kan jika sudah lulus?? Tapi sekarang hanya
tinggal aku dan kookie”
Jin berjalan kearah kelas
kookie,dengan masih mengenakan seragam kelulusannya,jin menghampiri kookie yang
sedang duduk termenung di kursinya.
“selamat
ya,sekarang kau siswa kelas dua.”
“terimakasih Hyung,kau
sangat luar biasa.aku melihat nilai mu dan kau sangat jenius.”
“jika kau
belajar dengan rajin dan berusaha keras kau akan meraih apa yang kau inginkan…”
“Hyung,bolehkah
aku memeluk mu??” pinta
kookie pada jin
“tentu saja..” jin membuka
kedua tangannya membiarkan kookie memeluknya.
“Hyung selamat
atas kelulusan mu,sering – sering lah datang kesekolah..”
“baiklah… jaga
dirimu baik – baik..” ujar jin dan pamit untuk kembali ke kelasnya.
Tae berdiri didepan gerbang
sekolah.dengan menggunakan jaket bertopi yang hampir menutupi setengah
wajahnya.ia melihat beberapa teman sekelasnya tertawa bahagia sambil berjalan
melewatinya.
“kita sekarang seharusnya sudah kelas tiga ya..” gumam tae seraya
berjalan meninggalkan sekolah.
Untuk kedua kalinya kookie keluar
dimalam hari,ia mengatakan kepada ibunya bahwa teman nya mengadakan pesta
perayaan kenaikan kelas dan mereka mengundang kookie,padahal kenyataan nya
kookie sendirian berjalan di tumpukan salju dijalanan.
“aku tidak ingin mendengar kata maaf,aku hanya ingin
kita saling mengucapkan terimakasih.”
“Suga-Hyung,kau begitu manis.. aku menginginkan
senyuman mu itu,berikan padaku sebelum kau pergi… Jimin-Hyung,kau sangat baik
hati walau kau nakal,aku menginginkan kebaikan hatimu,berikan padaku sebelum
kau pergi… Hobi-Hyung,kau sangat ceria,aku sangat menginginkan keceriaan
mu,berikan pada ku sebelum kau pergi… Namjoon-Hyung,kau sangat pintar,aku
menginginkan kepintaran mu,berikan pada ku sebelum kau pergi…”
Kookie menyanyikan sebuah lirik yang
tidak ada didalam sejarah music dunia.sebuah nyanyian yang tiba – tiba saja
meluncur dari bibirnya.sebuah lagu untuk mengenang semua orang yang ia kagumi
dan satu persatu telah menghilang dari dunia.
Srakk…
Ditengah lamunannya tiba – tiba kookie
menabrak dua orang pria berbadan besar.namun kookie diam saja dan tetap
melanjutkan langkah kakinya tanpa mendengar suara teriakan mereka yang
memanggilnya.
Buukkk…”
Sebuah tinju mendarat di wajah kookie
dan ia pun jatuh terduduk.dan ketika ia mencoba bangkit sebuah tendangan
mengenangi perut kookie hingga membuat nya terpental kesebuah dinding toko di
pinggir jalan.
“aaakkkhhhh…” kookie meringis
kesakitan,tetesan darah mengalir keluar dari sela – sela bibirnya.
“dasar anak
nakal,benar – benar tidak sopan pada orang tua hah???!!”bentak salah
seorang pria yang ternyata preman itu sambil memukuli tubuh kookie dengan
tinju.
Kookie berusaha berdiri sambil
memegangi perutnya,namun para preman itu terus memukulinya hingga membuatnya
terjatuh lagi dan lagi.meskipun kookie melakukan perlawanan tetap saja dia yang
akan terluka melawan kekuatan dua orang dewasa yang sepertinya tengah mabuk
berat ini.yang bisa kookie lakukan hanya melarikan diri dan berusaha lari
sejauh – jauhnya.
Kookie berlari sambil terus meringis
dan memegangi perutnya.tubuhnya serasa remuk.ia terus berjalan tak tentu
arah.yang ia inginkan adalah pulang dan bertemu ibunya.
Lampu merah menyala,kookie pun
berjalan perlahan menyebrangi jalan sambil membersihkan bercak darah
diwajahnya.
Bruukk!!!!
Sebuah mobil menerobos lampu merah dan
menabrak kookie hingga tewas.
“Jika kau menggapai mimpimu,maka kau akan menjadi
mimpi baru bagi orang lain”
Jin merasa sangat frustasi.seharian ia
mengurung diri dikamar.menangisi kecelakaan yang menimpa kookie.padahal baru
tadi pagi ia mendengar kookie memintanya untuk sering menemuinya.dia benar –
benar berharap semua ini hanyalah mimpi dan ketika ia membuka mata mereka semua
ada dihadapannya.
“Bahkan orang dewasa sekalipun bisa menangis seperti
bayi jika mereka merasa sedih”
Jin berjalan kearah sebuah vas bunga
dimejanya.mengambil beberapa batang bunga lili dan membakar tujuh kelopaknya
dilantai ,lalu ia kembali ketempat
tidurnya.
Menurut buku yang pernah jin baca,aroma
bakaran bunga lili akan menghabiskan oksigen disekitanya.namun jin tidak
percaya itu karena ia sangat menyukai bunga.namun sekarang ia melakukannya.
Beberapa menit kemudian jin terlihat
kesulitan bernafas karena aroma dari bakaran bunga lili menghabiskan oksigen di
dalam kamarnya.dengan langkah lunglai jin berjalan kerah jendela.
Braakkk…
Jin membuka jendela nya dan menghirup
udara segar dalam – dalam,dia menangis.ternyata ia tak berani untuk melakukan
hal yang sama seperti Suga dan yang lainnya.sekarang ia hanya menangis meratapi
betapa lemahnya dia.
“Hidup untuk mati,maka gunakanlah waktu mu agar
menjadi orang yang lebih berguna bagi orang lain”
Tae bangkit dari duduknya,dengan lunglai
ia berjalan dan menendang botol – botol
minuman yang telah kosong dihadapannya hinga hancur berkeping – keping.
Dia benar – benar merindukan
ibunya,waktu itu karena ayahnya memukulinya ia kabur dari rumah.namun sekarang
ia benar – benar merindukan ibunya dan berharap ibunya baik – baik saja.
Kreeettt….
Tae membuka pintu rumah nya dengan
perlahan,berharap ayah nya tidak ada dirumah.tiba – tiba tae mendengar suara
rebut dari arah kamar ibunya.
“aku benar –
benar sudah tidak punya apa – apa lagi,semuanya tinggal yang kau ambil
kemarin.tae bahkan sudah lama tidak pulang,sebagai ayah nya apa kau tidak
khawatir?”
ujar ibu tae sambil menangis dengan beberapa luka lebam di tubuhnya.
“biarkan saja
anak bodoh itu,aku bahkan tidak peduli jika ia mati di jalanan.” Bentak ayah tae
sambil membongkar lemari pakaian ibu tae.
“dia anak kita satu
– satunya,setidaknya kau mencarinya bukan malah meminta uang untuk berjudi!!!”
“diam kau !!!”
Plaaakkk….
Ayah tae menampar ibunya dengan sangat
keras,ia bahkan melempari ibu tae dengan pakaian – pakaian lusuh dari dalam
lemari.tae yang saat itu sedang melihat mereka dari celah pintu mengepalkan tinjunya.ia
benar – benar sudah tidak tahan lagi.
Praaanggg…
Tae memecahkan sebuah botol kaca dan
membawa serpihan kaca ditangannya.
Braaakkk….
Tae mendobrak pintu dan
Crassshhh…
Dia menusukkan serpihan kaca kearah
perut ayahnya secara brutal.ia melakukannya sampai beberapa kali dan darah
berserakan keseluruh ruangan.
Ibu
tae tak henti – hentinya berteriak histeris dan berusaha menarik baju tae.
Tae mundur dengan wajah
ketakutan,seluruh tubuhnya kini dipenuhi oleh bercak darah ayahnya yang sudah
tewas dan jatuh dihadapannya.serpihan kaca ditangannya yang berlumuran darah
jatuh kelantai.
“lari tae,lari…” ibu tae
mengenggam erat tangan nya.
Tae menatap ibunya tanpa
kata,tubuhnya terlihat bergetar.
“larilah,sebelum
ada yang melihat..”
ibu tae mendorong nya sambil menangis.
Tae berlari sekuat tenaga meninggalkan ibunya.ia berlari tanpa arah dan
tujuan.pikirannya sangat kacau sekarang.dan rasanya jika ia berhenti
berlari,akan ada sesuatu yang mau menyakitinya membuat dia terus berlari hingga
terseok – seok.
“Seperti seekor kupu – kupu,terbang bebas di angkasa
dengan mengembangkan sayap yang indah”
Jin terbangun dari
tidurnya.menyadari bahwa ia tertidur didalam mobil.
Ia melakukan olahraga ringan sembari
melihat kearah luar dari kaca mobilnya.ia mendengar suara deburan ombak yang
keras.
“wah,aku
lupa kalau sedang berada dipelabuhan.” Ujar jin sambil tertawa kecil
Jin mengambil sebuah foto di sebelah nya,sebuah foto dari kamera
polaridnya bersama suga yang dipotretkan oleh namjoon ketika di spbu.seketika
senyum dibibir jin menghilang digantikan oleh raut wajah sedih.
Karena kenyataan yang ia lihat adalah sebuah foto dimana hanya ada
dirinya sendiri yang sedang mengambil foto itu.jin menyadari bahwa kini dia
sendirian,benar – benar sendirian.
“Bangunlah dan hadapi kenyataan dihadapan mu”
Huaaaaaaaaaaaaaa………. Jimiiiinnn!!!!!!
T_T #nangis akhirnya selesai juga ff absurd ini.terimakasih sebanyak –
banyaknya kepada Allah Swt,My Mom.Freyaz dan Vallen yang mau menjadi editor dan
kritikus.Kak Lilis yang mengajari saya cara menulis yang baik dan benar.kritik
dan saran dari reader sangat diharapkan supaya saya menjadi penulis yang lebih
baik lagi.
Supaya lebih nge-feel tonton BTS
Prologue : On stage dan MV BTS I Need You Original Version yaaa… ^^
Link Youtube :
BTS Prologue: On Stage & BTS I Need You MV Original 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar